News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa untuk Orang yang Titip Doa saat Haji agar Dikabulkan Allah SWT

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA JEMAAH HAJI - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Rabu (13/5/2026). Jemaah haji/umrah yang dititipi doa oleh keluarga/teman dapat memanjatkan doa tambahan agar Allah SWT mengabulkan doa mereka.

TRIBUNNEWS.COM - Menjalankan ibadah haji menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak doa di tempat-tempat yang diyakini mustajab.

Tak jarang, keluarga, sahabat, hingga kerabat ikut menitipkan doa kepada jamaah yang berangkat ke Tanah Suci.

Titipan doa tersebut biasanya berisi harapan tentang kesehatan, rezeki, jodoh, kemudahan hidup, hingga ampunan dosa.

Karena itu, banyak orang yang menitipkan doa melalui pesan online, tulisan di kertas, atau media lain yang nantinya bisa dibaca oleh jemaah haji/umrah agar menyampaikan doa tersebut ketika berada di Makkah maupun Madinah.

Tidak ada bacaan khusus yang dibaca untuk mendoakan orang yang menitipkan doa kepada jemaah haji/umrah.

Dalam kitab-kitab doa seperti Al-Adzkar, Al-Wabil ash-Shayyib, dan Riyadhus Shalihin, banyak ulama menjelaskan bahwa seseorang boleh berdoa dengan kalimat mereka sendiri, sebagaimana doa dalam artikel ini.

Jemaah haji/umrah dapat berdoa sesuai permintaan orang yang titip doa, kemudian ditambah dengan doa berikut.

Doa untuk Orang yang Titip Doa saat Haji

اللَّهُمَّ اسْتَجِبْ دُعَاءَ (فُلَانٍ/فُلَانَةٍ) وَحَقِّقْ لَهُ/لَهَا كُلَّ مَا يَتَمَنَّاهُ/تَتَمَنَّاهُ وَاقْضِ حَوَائِجَهُ/حَوَائِجَهَا وَيَسِّرْ أُمُورَهُ/أُمُورَهَا وَافْتَحْ لَهُ/لَهَا أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ وَرِزْقِكَ

Allahummastajib du‘ā’a (fulān/fulānah) wa haqqiq lahu/lahā kulla mā yatamannāhu/tatamannāhu waqdi hawāijahu/hawāijahā wa yassir umūrahu/umūrahā waftah lahu/lahā abwāba rahmatika wa rizqik.

Artinya: “Ya Allah, kabulkan doa (fulan/fulanah), wujudkan segala yang ia harapkan, penuhi kebutuhannya, mudahkan urusannya, dan bukakan baginya pintu rahmat serta rezeki-Mu.”

*) Jika yang didoakan laki-laki, maka menggunakan: fulān, lahu, yatamannāhu, hawā`ijahu, umūrahu.

Jika yang didoakan laki-laki, maka menggunakan: fulānah, lahā, tatamannāhu, hawā`ijahā, umūrahā.

Baca juga: Doa Menyentuh Rukun Yamani, Amalan Mustajab Jemaah Haji saat Tawaf

Adab Berdoa agar Dikabulkan Allah SWT

Kementerian Agama mengutip Imam Al-Ghazali dalam Kitab Ihya Ulumiddin yang menjelaskan adab ketika berdoa sebagai berikut.

1. Berdoa di waktu yang mulia

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa doa lebih dianjurkan pada waktu-waktu yang memiliki keutamaan besar. Misalnya pada sepertiga malam terakhir, hari Arafah, bulan Ramadan, hari Jumat, serta waktu sahur.

Waktu-waktu tersebut dianggap lebih mustajab karena merupakan momen ketika rahmat Allah sangat dekat dengan hamba-Nya, sehingga peluang doa untuk dikabulkan menjadi lebih besar.

Rasulullah SAW bersabda: “Allah Swt turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Berdoa dalam kondisi tertentu yang istimewa

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini