TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persoalan warga di bilangan Jakarta Selatan yang menolak proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) jalur layang (elevated), sudah diserahkan ke Wali Kota Jakarta Selatan Syamsuddin Noor.
"Sekarang itu urusan wali kota," ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Kantor MRT, Gedung Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Selasa (11/6/2013).
Selama ini, yang menjadi persoalan mengapa warga di bilangan Jakarta Selatan menolak, salah satunya di Jalan Fatmawati, lantaran warga tidak ditunjukkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh Pemprov DKI Jakarta.
Jokowi menuturkan, Wali Kota Jakarta Selatan hingga kini terus berdialog dengan warga, untuk memberikan pemahaman yang komprehensif terkait jalur layang yang akan melewati lingkungan mereka. (*)
Baca tanpa iklan