TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Calon Gubernur DKI Jakarta, Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan kekecewaan pada peristiwa ancaman kekerasan yang menimpa calon petahana Basuki Tjahaja Purnama saat mengunjungi warga di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (2/11/2016) kemarin.
Baca: Ahok Dikejar Puluhan Orang Saat Blusukan di Rawa Belong
Baca: Dahi Anies Baswedan Berkerut Lihat Video Ahok Dikejar Massa di Rawa Belong
Agus Harimurti tidak setuju terjadinya tindak anarkis oleh sekelompok oknum warga yang tidak suka dengan calon gubernur (cagub) yang sedang berkunjung ke daerahnya.
"Kalau tidak suka dengan cagub yang sedang datang tolak saja. Jangan sampai melakukan kekerasan," ungkap Agus Harimurti ketika ditemui di kawasan Palmerah, Jakarta Barat, Kamis (3/11/2016).
Ia menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi dan setiap warga harus menghormati sesama lewat aturan yang berlaku.
"Indonesia adalah negara demokrasi, berbeda pendapat biasa. Kita harus saling hormat, tindak anarkis apa pun bentuknya tidak dibenarkan," ucap Agus Harimurti.