Menggunakan tangannya ia menarik besi eretan yang menyangkut di perahunya untuk menyeberangi kali selebar sekira 40 meter.
Baca: Terjadi Kecelakaan Beruntun di Tol Tangerang, Polisi Selidiki Pengemudi Terpengaruh Alkohol
Sekali jalan, penumpang cukup dikenakan biaya Rp 1000 meski ada yang memberinya lebih sampai Rp 5 ribu.
"Ramainya itu kan pagi karena banyak yang mau pada ke pasar. Kalau siang mah paling cuma satu-dua orang aja yang lewat. Nanti ramai lagi pas sore," kata Wandi.
Penulis: Elga Hikari Putra
Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Manusia Perahu Eretan di Jantung Jakarta, Makan Minum dan Tidur di Perahu
Baca tanpa iklan