News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pencemaran Udara di Jakarta

Termasuk Jokowi dan Anies, 7 Pejabat Negara Ini Dinyatakan Bersalah atas Pencemaran Udara Jakarta

Penulis: Faryyanida Putwiliani
Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Anies hingga Jokowi dinyatakan bersalah atas pencemaran udara Jakarta oleh PN Jakarta Pusat.

TRIBUNNEWS.COM - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat telah resmi menetapkan tujuh pejabat negara bersalah atas kasus pencemaran udara di Jakarta.

Pejabat negara yang dinyatakan bersalah atas pencemaran udara di Jakrta di antaranya:

- Presiden Joko Widodo

- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

- Menteri Kesehatan

Baca juga: Soal Pemecatan 56 Pegawai KPK, MAKI Minta Jokowi Turun Tangan: Ini Kewenangan Presiden

Baca juga: Raja OTT Sebut Jokowi Punya Waktu 13 Hari Selamatkan Pegawai KPK yang Dipecat

- Menteri Dalam Negeri

- Gubenur DKI Jakarta, Anis Baswedan

- Gubernur Banten

- Gubernur Jawa Barat

Setelah dinyatakan bersalah, para pejabat negara ini wajib untuk melakukan langkah perbaikan kualitas udara di Jakarta.

Diketahui sebelumnya kasus pencemaran udara ini digugat oleh Koalisi untuk Udara Bersih yang terdiri dari para pegiat lingkungan, pengendara motor, korban pencemaran udara, serta publik figur.

Kuasa hukum penggugat, Al Ghifari, memberikan apresiasi kepada majelis hakim.

Bahkan Al Ghifari mengatakan ini merupakan sebuah putusan yang bersejarah.

"Ini putusan yang bersejarah, apalagi terkait udara, pencegahan pencemaran udara," kata Al Ghifari dalam tayangan video di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (17/9/2021).

Baca juga: Jokowi dan Leani Ratri Oktila Tukar Kenang-kenangan, Memberi Raket Dapat Tanda Tangan Presiden

Baca juga: Presiden Jokowi Beri Bonus Atlet Paralimpiade, Leani Ratri Total Dapat Rp 13,5 Miliar

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini