"Kalau untuk DAS Kali bekasi aman, ini yang memang yang nain itu kayak kali buaran, kali cakung itu naik debit airnya, jadi banjir yang terjadi karena intensitas hujan saja yang tinggi, biasanya surutnya lebih cepat," ucapnya.
Banjir di Pondok Kopi, Jaktim
Banjir hingga lebih kurang 40 centimeter juga melanda Jalan Nusa Indah Raya, Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur, sekira pukul 16.07 WIB, Selasa (4/10/2022).
Menurut petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Malaka, Karta, banjir ini terjadi dikarenakan tempat aliran kali yang dijelaskannya terlalu kecil.
"Aliran ke Buaran ini kecil, jadinya rentan banjir, walupun surutnya juga berlangsung cepat," kata Karta, Selasa (4/10/2022).
Ditambahnya, faktor jalanan yang menurun dan menanjak juga satu contoh penyebab debit air banjir menjadi lebih tinggi.
"Jalan di lokasi ini kan cekung bentuknya, jadinya banjir di tumpuan jalan yang di bagian bawah," tuturnya.
Selain itu, menurut warga sekitar, Wahyudi, banjir ini memang kerap kali terlihat di wilayahnya ketika hujan deras turun.
Sehingga, hal itu membuat dirinya menjadi cemas dan khawatir jika terjadi banjir, sebab faktor tersebut dapat menghambat akses ia berjualan.
"Saya kan dagang beras, kalau banjir ya jadi cemas juga," lugas Wahyudi.
Di akhir penjelasannya, ia berharap pemerintah relevan kedepannya bisa mencari solusi terkait hal ini.
"Semoga pemerintah ada seger solusi mengatasi banjir ini," pungkas Wahyudi.
Pantauan Wartakotalive.com di lokasi, akibat dari banjir tersebut, nampak kendaraan roda dua menjadi mogok.
Sehingga pengendara diharuskan untuk turun untuk mendorong kendaraan tersebut ke tempat lebih tinggi.
Lalu, di bagian tertinggi wilayah tersebut, terlihat petugas PPSU ikut serta membantu mengeluarkan air yang masuk ke kenalpot kendaraan, sehingga membuat kendaraan menjadi mati.
Sumber: Warta Kota