"Kebakaran saya ngalamin tiga kali, ini yang paling parah, ini abis semua," kata Ruslan kepada wartawan di lokasi, Senin.
Berdasarkan penelusuran, pasar ini mengalami kebakaran pada 2002, 2005, hingga terakhir 2025.
Awalnya, Ruslan mengetahui adanya kebakaran saat azan Magrib berkumandang. Ia pun langsung lari menyelamatkan diri.
"Saya ngeri ketiban tiang mau roboh. Awalnya asap dulu pas lagi azan Magrib banget. Abis itu gede apinya," ungkapnya.
Sambil meratapi lokasi dagangannya, Ruslan menyebut jika dirinya sudah tak sempat menyelamatkan dagangannya yang sudah ia lakoni sejak tahun 1994 itu.
"Enggak sempat nyelamatin dagangan. Itu (payung dagangan) sampai hancur," tuturnya.
(Tribunnews.com/Deni/Abdi)
Baca tanpa iklan