TRIBUNNEWS.COM - Pasangan suami-istri (pasutri) menggendong bayi beraksi mencuri sepeda di H. Sodon RT/RW 009/003, Meruya Selatan, Kembangan, Jakarta Barat. Sepeda itu milik Ujang Suganda (69).
Ujang Suganda mengaku sepeda itu dipergunakan untuk bekerja sebagai kuli bangunan atau pekerja serabutan.
"Emang biasa diparkirnya di luar. Saya pikir siapa sih yang mau ambil sepeda lama, eh ternyata ilang," kata Ujang ditemui di tempat tinggalnya, Jumat (24/10/2025).
Setelah kejadian pencurian itu, Ujang mengatakan, setelah mengetahui sepedanya hilang, ia lantas melapor ke Ketua RT setempat yang langsung memeriksa CCTV.
"Pas di cek CCTV ternyata benar dicolong orang, pelakunya dua orang sama bawa bayi juga mereka. Kayaknya sih suami istri," kata Ujang.
Ujang mengaku dirinya juga kaget saat mengetahui ternyata pihak RT langsung membuat spanduk yang memajang wajah pencuri sepeda.
"Saya juga kaget kok tiba-tiba ada spanduk. Padahal kalau dari saya juga enggak mau dibikin ramai. Yang penting udah ketahuan siapa malingnya.
Tapi Pak RT dia bilang 'Ntar kebiasaan', ya saya mah yaudah, menyerahkan ke RT aja," kata Ujang.
Ujang memastikan kedua pelaku pencurian sepeda miliknya bukan warga sekitar.
Sementara itu, Ketua RT 003 RW 009 Meruya Selatan, Pijai Sapudin menjelaskan pemasangan spanduk itu murni inisiatif dirinya yang kesal dengan tindak pencurian di wilayahnya.
Salah satu tujuannya yakni memberikan sanksi sosial kepada pelaku sekaligus agar tak ada lagi aksi serupa di wilayahnya.
"Itu inisiatif dari saya sendiri. Tadinya saya coba koordinasi sama korban, apakah mau buat laporan ke kantor polisi? Kata korban, 'enggak usah'," jelas Pijai.
Wajah Pencuri Dipajang di Spanduk Pinggir Jalan
Wajah pasutri itu dipajang di spanduk pinggir jalan.
Dalam spanduk itu juga dituliskan mengenai ciri-ciri pelaku hingga imbauan agar warga lebih waspada.
Baca tanpa iklan