Ringkasan Berita:
- Polda Metro Jaya bakal mengumumkan hasil tes DNA terhadap dua kerangka yang ditemukan di gedung ACC di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat.
- Nantinya, polisi turut menghadirkan beberapa pihak seperti dari ACC, pihak keluarga yang sempat melaporkan kehilangan, dan RS Polri.
- Dua kerangka itu sempat diduga merupakan dua orang yang dinyatakan hilang saat aksi demonstrasi berujung ricuh pada akhir Agustus 2025 lalu.
TRIBUNNEWS.COM - Polda Metro Jaya bakal mengumumkan hasil tes DNA terhadap dua kerangka yang ditemukan di gedung Astra Credit Companies (ACC) di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/11/2025) hari ini.
Dua kerangka itu pertama kali ditemukan seorang petugas teknis yang sedang melakukan pengecekan gedung pada Rabu (29/10/2025) lalu.
Sebenarnya, polisi telah mengantongi hasil tes DNA tersebut sejak Sabtu (1/11/2025).
"Hasil (tes DNA) abru keluar. Rencananya kami akan merilis dimungkinkan hari Jumat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Bhudi Hermanto, dikutip pada Jumat.
Bhudi mengatakan pihaknya akan turut menghadirkan perwakilan dari PT ACC sebagai pihak yang menemukan kerangka pertama kali.
Baca juga: Kapolda Metro: Hasil Tes DNA Dua Kerangka Manusia di Kwitang Jakpus Akan Disampaikan Labfor Polri
Selain itu, Polda Metro Jaya turut akan menghadirkan keluarga yang pernah melaporkan anggota keluarganya yang hilang.
"Termasuk nanti akan menghadirkan pihak keluarga, juga dari KontraS yang pernah melaporkan terhadap orang hilang," kata Budi.
Sementara, penyampaian hasil tes DNA bakal dilakukan oleh pihak Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Sampel yang digunakan karena ini sudah menjadi kerangka, yaitu dari gigi dan struktur tulang," jelasnya.
Ada Dugaan Korban adalah Pendemo yang Hilang saat Demo Agustus 2025
Sebelumnya, muncul rumor bahwa dua kerangka yang ditemukan tersebut merupakan pendemo saat aksi Agustus 2025 yang sempat dilaporkan hilang oleh Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) ke Polda Metro Jaya.
Mereka bernama M Farhan Hamid dan Reno Syahuputeradewo.
Menurut Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, Farhan dan Reno terakhir kali terlihat berada di kawasan Mako Brimob di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat pada 29 Agustus 2025.
Namun, lantaran sebulan tidak ada kepastian soal keberadaan mereka, pihak keluarga bersama dengan KontraS mengirim surat desakan ke Polda Metro Jaya pada 1 Oktober 2025 lalu.
Adapun surat desakan itu dalam rangka agar Polda Metro Jaya serius dalam melakukan pencarian terhadap Farhan dan Reno.
Pasalnya, polisi tidak pernah membeberkan petunjuk apapun ke publik terkait hilangnya Farhan dan Reno.
Dimas meyakini bahwa Farhan dan Reno dihilangkan secara paksa.
“Yang kami ingin ingatkan bahwa peristiwa penghilangan orang secara paksa ini tidak boleh lagi terjadi dalam konteks pengamanan unjuk rasa ke depannya,” ujarnya.
Farhan Cuma Nonton Demo
Pada kesempatan yang sama, kakak Farhan, Imrony Hamid mengatakan bahwa adiknya tidak ikut dalam aksi demonstrasi yang berujung ricuh pada akhir Agustus 2025 lalu.
Menurut Imrony, adiknya tersebut datang ke Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, hanya untuk menonton.
"Dia berangkat berdua temannya terus setelah di sana teman satunya pulang karena dia ada urusan keluarga di rumah," ungkapnya kepada wartawan.
Menjelang sore, berdasarkan informasi yang diperoleh Imrony keadaan di Mako Brimob Kwitang semakin memanas.
Baca juga: Rintihan Minta Tolong Kerap Terdengar Sebelum 2 Kerangka Ditemukan di Gedung ACC Kwitang
Gas air mata diletuskan aparat kepolisian sehingga Farhan berpisah dengan temannya.
"Temannya sama Farhan ini sudah mencari, jadi ya sudah, semenjak di situ sudah enggak tahu," ujarnya.
Keterangan dari saksi mata, Farhan masih terlihat sebanyak tiga kali. Pertama dan kedua Farhan terlihat lari ke arah tim medis untuk meminta pertolongan oksigen.
Selanjutnya yang ketiga Farhan digotong dua orang berjaket ojek online lalu dilarikan ke rumah sakit RSPAD Gatot Subroto.
"Kalau tidak salah naik motor karena kakinya terluka," ujar Imrony.
Pihak keluarga meyakini Farhan tidak terlibat dalam aksi ricuh. Imrony menuturkan aktivitas adiknya sehari-sehari sebagai pekerja, meski tak disebut apa jenis pekerjaannya.
(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto/Reynas Abdila/Mario Christian Sumampow)
Baca tanpa iklan