TRIBUNNEWS.COM - Hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) ledakan di masjid yang berada di lingkungan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara rencananya akan disampaikan Polda Metro Jaya, Sabtu (8/11/2025).
Diketahui ledakan terjadi saat ibadah salat Jumat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengungkapkan olah TKP belum selesai hingga Jumat malam.
Sehingga pihak kepolisian belum bisa menyampaikan hasil olah TKP.
"Tadi harusnya akan dilaksanakan rilis oleh Bapak Kapolda, mengingat olah TKP sampai malam ini masih belum selesai," ungkap Budi dalam konferensi pers, Jumat malam.
"Besok (hari ini, red) rencana akan dilaksanakan setelah semua hasil olah TKP baik dari forensik, Mabes Polri, Densus 88, tim Jibom Gegana juga akan besok menjelaskan termasuk dari Bidokes akan menjelaskan kondisi pasien siswa," imbuhnya.
Budi mengungkapka jumlah korban luka akibat ledakan berjumlah 54 orang.
"Dari 54 tinggal 33, 21 sudah pulang dalam kondisi alhamdulillah sudah baik, 33 orang masih dalam penanganan medis," lanjut Budi.
Buat Posko Pelayanan Korban
Polda Metro Jaya mempersiapkan posko pelayanan untuk para korban.
"Posko pelayanan untuk mendata dan mengetahui kondisi korban. Selain itu, posko juga menyiapkan trauma healing bagi korban dan keluarga korban," ungkapnya.
Baca juga: Pengamat Terorisme Duga Ledakan SMAN 72 Jakarta di Luar Kontrol Pelaku: Targetnya Bukan Sekolah
Posko ini juga mengumpulkan seluruh data dan informasi untuk media dan masyarakat.
"Jadi, situasi terkini sudah aman dan dapat dikendalikan oleh Polda Metro Jaya," tegasnya.
Sebelumnya dikabarkan, ledakan terjadi di masjid SMA Negeri 72 Jakarta yang masuk di Kompleks TNI AL Kodamar, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Para siswa terlihat panik keluar gedung sekolah usai ledakan terjadi.
Sejumlah siswa dengan keadaan mengenaskan bahkan ditandu keluar bangunan.
Baca tanpa iklan