TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Suasana hening menyelimuti lingkungan sekitar rumah Alvaro Kiano Nugroho (6) di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Rabu (26/11/2025).
Berbeda dari hari-hari sebelumnya yang selalu ramai dengan awak media dan petugas kepolisian, siang ini rumah duka tergolong sepi dan minim aktivitas.
Di halaman belakang Masjid Al Muflihun, gundukan tanah yang masih basah mulai dibentuk rapi. Di situlah makam untuk Alvaro disiapkan.
Lokasinya hanya sekira 200 meter dari rumah Alvaro, dan tak lebih dari 50 meter dari tempat ia diduga diculik oleh ayah tirinya, Alex Iskandar.
Diketahui, Alvaro dibawa oleh ayah tirinya itu saat sedang bermain di Masjid Jami' Al Muflihun.
Tanah itu merupakan tanah wakaf milik masjid, dengan ukuran liang lahat sekitar 120 cm x 60 cm.
Persiapan makam mulai dilakukan sejak kabar penemuan jenazah yang diduga kuat Alvaro beredar pada Minggu sore.
Area makam Alvaro berada di sudut lahan yang tampak tenang, tepat berada di bawah kerumunan pohon pisang.
Meski proses identifikasi DNA masih berjalan, keluarga sudah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk pemakaman.
Ibu Alvaro, Arum Indah, berharap proses tersebut segera selesai agar anaknya bisa dimakamkan dengan layak dan dihormati sebagaimana mestinya.
"Kalau memang itu Alvaro, ya mau kami makamkan dengan selayaknya, yang terbaik,” tutur Arum.
Rencana pemakaman di lokasi itu pun sudah diungkapkan oleh kakek korban, Tugimin, Selasa (25/11/2025).
Tugimin menyebut cucunya langsung akan dimakamkan pada hari itu juga, kerika jenazahnya sudah diserahkan oleh kepolisian.
Jasad Alvaro sendiri sekarang masih berada di RS Polri Kramat Jati untuk kepentingan tes DNA.
Kronologi
Polisi mengungkap kronologi soal tewasnya Alvaro Kiano Nugroho (6) yang dibunuh oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (49) karena dendam kepada sang ibu yang diduga selingkuh.
Baca tanpa iklan