TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ibunda Alvaro Kiano Nugroho (6), Arum Indah, membantah keras tuduhan perselingkuhan yang pernah dilontarkan suaminya, Alex Iskandar (49), yang juga ayah tiri Alvaro.
Arum menegaskan, tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar dan muncul karena sifat Alex yang mudah marah.
Baca juga: Awal Mula Terbongkarnya Kasus Alvaro, Cerita Remaja 16 Tahun Membuka Tabir Kejahatan Alex Iskandar
"Kalau dia bikin statement saya selingkuh, enggak ngerti itu alibi dia dari mana. Jangankan dia bilang selingkuh, saya sama orang keluarga terdekat aja dia cemburu,” ujar Arum saat ditemui di rumah duka, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025) malam.
Tuduhan perselingkuhan itu muncul dari pernyataan polisi berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan.
Menurut Arum, Alex kerap merasa curiga terhadap siapa pun yang berinteraksi dengannya.
"Kalau dia bikin statement saya selingkuh atau itu, enggak ngerti itu alibi dia dari mana. Jangankan dia bilang selingkuh, saya sama orang keluarga terdekat aja dia cemburu," ungkapnya.
Selain sifatnya yang mudah cemburu, Arum juga menyebut Alex adalah sosok yang tempramen bahkan sampai melakukan kekerasan.
"Pokoknya orang itu enggak bisa diajak debat, enggak bisa diajak tukar pikiran, harus ikutin pikiran dia,” tutur Arum.
Diberitakan sebelumnya, tersangka Alex Iskandar (49) menghabisi nyawa anak tirinya itu karena dendam pribadi terhadap sang istri, yang ia curigai memiliki hubungan dengan pria lain selama bekerja di luar negeri.
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (24/11/2025) malam.
"Ada motif dendam pribadi dengan istrinya, muncul adanya dugaan perselingkuhan,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, pelaku marah setelah mendapat kabar bahwa istrinya diduga memiliki pria idaman lain selama berada di luar negeri.
Baca juga: Menteri PPPA Bicara Kasus Alvaro : Tak Boleh Ada Lagi Anak Hilang dari Pengawasan
Pelaku Pernah Ancam Culik Korban Pada Tahun Lalu
Ibu korban, Arum Indah, mengungkapkan ayah tiri Alvaro, yang diduga menjadi pelaku pembunuhan pernah melontarkan ancaman akan menculik putranya jika ia tak bersedia kembali membangun rumah tangga.
Ancaman itu terjadi pada 2024, ketika keduanya sudah berpisah karena pelaku disebut memiliki sifat temperamental dan tidak mampu menerima kehadiran anak-anak.
Baca tanpa iklan