"Pemimpin perusahaannya ada, sudah kita ketahui, sudah kita mau periksa. Posisinya di mana kita mau pastikan dulu," ungkapnya.
AKBP Roby tidak menjelaskan identitas dari pemimpin perusahaan Terra Drone yang berkantor pusat di Jepang tersebut.
Terra Drone sendiri diketahui perusahaan penyedia layanan dan solusi drone global.
Perusahaan ini menawarkan solusi untuk sektor industri di seluruh dunia memanfaatkan teknologi.
Sektor industri yang menggunakan jasa Terra Drone antara lain energi, migas, konstruksi, pertambangan, pembangkit, perkebunan, perencanaan kota hingga kebencanaan.
Roby memastikan Terra Drone di Indonesia bukan dipimpin orang Jepang.
"Perusahaannya perusahaan Jepang kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (dari Jepang, red)," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, total ada 22 pegawai yang meninggal dunia dalam insiden itu.
Seluruh jenazah sudah dikirim ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi.
Beberapa di antaranya sudah teridentifikasi dan diserahkan keluarganya masing-masing.
Baca tanpa iklan