TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, per pukul 11.00 WIB, Jumat (23/1/2026), terdapat 132 RT dan 16 ruas jalan yang tergenang akibat hujan deras yang melanda wilayah Ibu Kota sejak Kamis (22/1/2026).
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, genangan masih bertahan dan meluas di beberapa titik akibat curah hujan tinggi serta luapan kali, seperti Kali Angke, Pesanggrahan, Krukut, dan Ciliwung.
Baca juga: Kompleks Polri Pondok Karya Jaksel Banjir, Warga Memilih Bertahan di Rumah
"BPBD mencatat saat ini terdapat 132 RT dan 16 ruas jalan tergenang," kata Isnawa dalam keterangan tertulisnya, Jumat.
Hingga saat ini, ketinggian air di beberapa titik dilaporkan meningkat cukup signifikan dibandingkan data pagi hari.
Di Jakarta Barat, banjir di Kelurahan Duri Kosambi dan Rawa Buaya kini mencapai ketinggian 1,2 meter (120 cm). Wilayah Jakarta Barat mencatat total 40 RT terdampak.
Kondisi serupa terjadi di Jakarta Selatan. Meski jumlah titik banjir tetap 55 RT, ketinggian air di Kelurahan Cipulir melonjak hingga 120 cm.
Sementara itu, Kelurahan Petogogan masih menjadi wilayah dengan sebaran terluas di Jaksel, yakni 26 RT dengan ketinggian air 30 cm.
Wilayah Jakarta Pusat kini turut mencatatkan genangan di permukiman.
Sebanyak 5 RT di Kelurahan Bendungan Hilir (Benhil) terendam air setinggi 40 cm.
Di Jakarta Timur, banjir merendam 30 RT. Kelurahan Kampung Melayu mencatat ketinggian air hingga 1 meter, sedangkan di Cipinang Melayu terdapat 15 RT yang tergenang hingga 90 cm.
Akibat banjir ini, sejumlah warga masih bertahan di pengungsian.
Di Jakarta Pusat, warga Kelurahan Karet Tengsin mengungsi di RPTRA Segas, RPTRA Intiland, dan Aula Masjid Muhajirin.
Di Jakarta Barat, pengungsi tersebar di Masjid Jami Al Khaeer (Kedaung Kali Angke) dan Rusunawa KS Tubun (Kota Bambu Selatan). Sedangkan di Jakarta Timur, 69 jiwa warga Cipinang Melayu mengungsi di Masjid Al Muqorrobin.
Baca tanpa iklan