TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri memberikan arahan kepada ribuan personel yang akan bertugas mengawal aksi penyampaian pendapat dari elemen mahasiswa di Mabes Polri.
Arahan tersebut disampaikan menjelang orasi elemen mahasiswa menutut kematian Arianto Tawakkal di Lapangan Bhayangkara Polri, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026).
"Saya tekankan, ada beberapa hal yang perlu diingat sebelum melaksanakan pelayanan unjuk rasa pada hari ini," kata Kapolda Metro.
Irjen Asep menegaskan pengamanan dan pelayanan unjuk rasa wajib berjalan aman, tertib, dan terkendali tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan fasilitas umum.
"Kita jaga, kita layani ketertiban ini, kita jaga marwah institusi, dan kita jaga kepentingan masyarakat," jelasnya.
Kemudian personel yang bertugas agar dapat mengendalikan diri.
Baca juga: Polisi Antisipasi Penumpang Gelap yang Tunggangi Aksi Demo Mahasiswa di Mabes Polri
Tugas pengamanan harus dilakukan secara humanis, sabar, dan terukur.
"Saya minta semuanya jangan mudah terpancing emosi. Jelas?!" ucap Kapolda Metro.
"Siap! Jelas!" jawab pasukan kompak.
Penegakan hukum adalah langkah terakhir sehingga jangan dimaknai terbalik reaktif dan jangan emosional.
Irjen Asep mengingatkan personel intelijen wajib mempelajari secara detail titik kumpul massa, fasilitas umum yang digunakan, serta kendaraan yang dipakai.
"Saya minta dokumentasikan seluruh narasi di lapangan, baik gerakan maupun tulisan, dan laporkan segera kepada pimpinan melalui jalur komando, deteksi dan dokumentasi adalah kunci pencegahan," tukasnya.
Sementara untuk personel Reserse (Reskrim) apabila menemukan peserta membawa alat berbahaya, amankan sedini mungkin.
Selanjutnya, dokumentasikan dan lakukan dengan prosedur yang benar.
Saya tekankan Jangan bergerak sendiri-sendiri! Bergeraklah dalam tim, dalam ikatan satuan, dan jangan sampai terlepas dari kelompoknya serta mengamankan yang diduga membawa barang berbahaya dengan sebaik-baiknya," kata Irjen Asep.
Baca tanpa iklan