News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

Anggota Komisi V DPR Desak Evaluasi Taksi Green SM: Kerap Menimbulkan Risiko Keselamatan

Penulis: Reza Deni
Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNEWS.COM - Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro, mendukung langkah Kementerian Perhubungan Republik Indonesiayang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Taksi Green SM pasca kecelakaan maut di Stasiun Bekasi Timur.

Menurut Syafiuddin, keterlibatan Taksi Green SM dalam rangkaian tabrakan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrekbukan sekadar insiden biasa, melainkan akumulasi dari berbagai masalah keselamatan yang sudah berulang.

“Kasus ini bukan yang pertama. Taksi Green SM sudah beberapa kali bermasalah dan menimbulkan risiko keselamatan. Karena itu, evaluasi total memang harus dilakukan,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia mengungkapkan sepanjang 2026, armada Taksi Green SM tercatat beberapa kali terlibat insiden, mulai dari menabrak fasilitas umum hingga kecelakaan tunggal di jalan layang.

Hal ini dinilai sebagai indikasi adanya persoalan serius dalam sistem operasional.

“Ini menunjukkan ada persoalan mendasar, baik dari sisi teknis kendaraan, sistem operasional, maupun aspek keselamatan pengemudi,” kata legislator dari PKB tersebut.

Syafiuddin menegaskan bahwa transportasi berbasis listrik seharusnya menjadi simbol inovasi dan keselamatan, bukan justru menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.

“Kita mendukung transportasi ramah lingkungan, tapi keselamatan harus jadi prioritas utama. Jangan sampai inovasi berubah menjadi ancaman,” tegasnya.

Ia juga meminta Kemenhub tidak hanya melakukan evaluasi administratif, tetapi melakukan audit teknis menyeluruh terhadap armada dan sistem perusahaan, termasuk standar kelayakan kendaraan dan pengawasan terhadap pengemudi.

“Evaluasi harus komprehensif dan transparan. Jika ditemukan pelanggaran serius, harus ada tindakan tegas, termasuk penghentian operasional sementara,” tambahnya.

Baca juga: Pool Taksi Green SM di Bekasi Kena Sidak Kemenhub, Kelengkapan Administrasi Diperiksa

Seperti diketahui, Taksi Green SM diduga menjadi pemicu awal insiden di lintasan Bekasi Timur setelah terlibat kecelakaan di perlintasan rel. Peristiwa ini menyebabkan KRL terganggu dan berhenti, sebelum akhirnya ditabrak KA Argo Bromo Anggrek dari arah belakang.

Insiden yang terjadi pada Senin (27/4/2026) malam tersebut mengakibatkan 15 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka, menjadikannya salah satu kecelakaan transportasi paling serius tahun ini.

Sorotan Polri

Sementara itu, Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe menyoroti taksi Green SM yang juga terlibat dalam kecelakaan tersebut.

Sejatinya, dalam catatan khusus di perlintasan kereta api, ada tiga kejadian tertemper yang melibatkan taksi milik perusahaan Vietnam itu. Di luar insiden tertemper kereta, ada juga beberapa kecelakaan yang melibatkan taksi listrik berkelir hijau tersebut.

"Tentu kami dari Korlantas, khususnya kerja sama antara Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) dan Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel), akan berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian yang melibatkan taksi hijau. Kami akan lakukan evaluasi terhadap perusahaan tersebut," ucapnya.

Baca juga: Pihak Taksi Green SM Sampaikan Duka Cita untuk Korban Kecelakaan KRL dan Kereta di Bekasi

Tanggapan Green SM

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini