Namun, risiko tetap ada, terutama akibat tingginya mobilitas kendaraan dan perilaku pengendara yang kerap terburu-buru.
“Ketakutan pasti ada, tapi ini buat perut juga. Ini penghasilan,” katanya.
Erfan menambahkan, tantangan terbesar di lapangan justru datang dari pengguna jalan yang sulit diatur.
Ia juga mengungkapkan, sebelumnya pengawasan di pelintasan tersebut sangat minim.
Para penjaga hanya mengandalkan sistem relawan dengan jumlah terbatas, bahkan tanpa kehadiran petugas resmi.
Sumber: TRIBUN JAKARTA
Baca tanpa iklan