TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memperluas Gerakan Pilah Sampah dari Sumber hingga ke lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pengelolaan sampah di Jakarta.
Program tersebut akan melibatkan siswa tingkat SMP dan SMA sesuai dengan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber.
Diketahui, volume sampah di Jakarta telah menembus sekitar 9.000 ton per hari, menjadikannya masalah darurat yang membebani kapasitas TPST Bantargebang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas pengolahan, tetapi juga perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
“Mengenai pelibatan siswa SMA, SMP, dan sebagainya untuk pemilahan sampah sesuai dengan Ingub Nomor 5 Tahun 2026, itu menjadi hal yang paling mendasar,” ujar Pramono.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam upaya pengurangan sampah.
“Karena yang paling penting adalah mengubah behavior, merubah karakter, mengubah cara, mengubah sifat orang dalam penanganan sampah,” ujarnya.
Selain menyasar sekolah, program pemilahan sampah juga akan diperluas ke lingkungan keluarga.
“Bahkan, kami sekarang sedang mempersiapkan bukan hanya melibatkan anak-anak SMP dan SMA, tetapi ini sudah menjadi kebutuhan keluarga untuk pilah sampah,” tuturnya.
Pramono menilai pemilahan sampah dari sumber dapat mempermudah proses pengolahan lebih lanjut, termasuk untuk kebutuhan kompos, biopori, maupun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.
“Dengan pilah sampah, maka persoalan untuk supply nanti ke pembangkit listrik tenaga sampah semakin mudah. Yang kedua juga bisa digunakan untuk kompos atau biopori, atau apapun yang akan kami kembangkan di Ciangir,” kata Pramono.
Ia menambahkan penanganan sampah akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perubahan perilaku hingga penguatan sistem pengelolaan.
“Sehingga dengan demikian, penanganannya tidak setengah-setengah, penanganannya secara menyeluruh. Dan kami akan lakukan itu,” tegasnya.
Pemilahan Sampah Masih Tahap Awal
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan Gerakan Pemilahan Sampah dari Sumber yang diluncurkan pada pertengahan Mei 2026 masih berada dalam tahap awal pelaksanaan.
Menurut Dudi, hingga kini belum terdapat data yang menunjukkan dampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang.
Baca tanpa iklan