TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Diketahui tujuh orang tersangka dugaan pelaku terorisme adalah anggota Jamaah Anshar Tauhid (JAT). Tempat penangkapan mereka menurut warga sudah diintai tim intelijen sejak empat hari lalu saat mereka ditangkap, Kamis (6/5/2010) sore, sekitar pukul 16.30 WIB.
"Sebelumnya sudah diintai empat hari lalu. Intelnya ngaku mau nagih uang konveksi. Dia tukang kredit dari Tanah Abang. Datang tanya-tanya di mana ada pengajian," ujar Jahrudin, pemilik warung nasi Abeta, yang berada tepat disebelah Sekretariat JAT, Jumat (7/5/2010).
Menurut warga Rt 07/03, Kelurahan Pejaten Barang, Kecamatan Pasar Minggu tersebut mengakui baru mengetahui tukang kredit adalah intel ketika di hari penggrebekan, saat gabung dengan personil Densus berpakaian preman. "Saya baru tahu dia waktu gabung dengan polisi preman," sambungnya.
Saat kejadian, menurut Jahudin, ada tiga mobil yang mendatangi sekretaris tersebut. Satu buah minibus silver yang biasa dipakai Densus, satu sedan dan satu kijang. "Kejadiannya berlangsung dari pukul 16.30 sampai 21.00 WIB," urainya. Ketujuh orang itu ditangkap tanpa ditutupi mukanya.
Selama 4 Hari Sekretariat JAT Diintai
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan