TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, menganggap ada pembelajaran yang dapat diambil dibalik tertangkapnya Sekretaris Kota Semarang Ahmad Zaenuri, serta dua orang anggota DPRD Semarang Sumartono dan Agus Purna oleh KPK .
''Jangan sampai ada lagi untuk memuluskan pembahasan APBD harus menggunakan praktik uang pelicin,'' ujarnya di Jakarta, Jumat, (25/11/2011).
Gamawan kembali menegaskan, agar clean goverment, diterapkan bagi setiap pejabat negara.
"Clean goverment harga mati. Jangan sampai ada proses untuk meloloskan APBD dengan cara bertemu dan membayar sejumlah uang," tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, KPK membekuk Sekretaris Kota Semarang Ahmad Zaenuri, serta dua orang anggota DPRD Semarang Sumartono dan Agus Purna, atas dugaan praktik suap menyuap, untuk meloloskan APBD 2012.
Mendagri: Jangan Ada Lagi Uang Pelicin Loloskan APBD
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan