News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ledakan di Depok

HTI: Tidak Ada Anggota Kami Bernama Yusuf Rizaldi

Penulis: Mochamad Faizal Rizki
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Polisi menyita sepeda motor yang diduga milik salah satu korban ledakan bom di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Beji, Depok, Jawa Barat, Minggu (9/9/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keberadaan Yusuf Rizaldi hingga kini masih misterius. Yusuf atau yang biasa disapa Abi, adalah pengontrak rumah yang menjadi lokasi meledaknya bom di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Jalan Nusantara, RT 04/013, Beji, Depok, Jawa Barat, Sabtu (8/9/2012) malam.

Menurut Ani Ba'dillah, Ketua RT 10/08 Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Yusuf terakhir kali terlihat di rumahnya di Petojo pada Kamis (6/9/2012) lalu.

Rumah Abi di Jalan Petojo Binatu V No 18, RT 09/08, Kelurahan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, sempat digeledah oleh polisi.

Aparat menemukan sekardus CD dan buku-buku, juga terdapat selebaran Hizbut Tahir Indonesia (HTI) yang  ditempel di dinding tembok rumah semi permanen. Selebaran bertuliskan, 'Hanya dengan Bersyariah Indonesia Bermartabat.'

Saat dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara HTI Ismail Yusanto, membantah Yusuh adalah anggota HTI.

"Enggak ada anggota kami bernama Yusuf Rizaldi. Dia bukan anggota. Selebaran itu bisa didapat siapa saja, selebaran itu dibagikan secara bebas," ujar Ismail ketika dihubungi wartawan, Minggu (9/9/2012).

Ismail menjelaskan, tidak ada masalah jika selebaran tertempel di rumah kontrakan Yusuf. Pada aksi-aksi yang pernah digelar HTI sendiri, Ismail mengaku tidak tahu jika Yusuf Rizaldi pernah ikut atau tidak.

"Setiap aksi yang kami lakukan terbuka untuk siapa saja. Saya tidak tahu dia ikut atau tidak. Selebaran itu bebas, kami juga jual majalah, dan itu mudah didapat. Itu enggak ada kaitannya dengan HTI," papar Ismail.

Mewakili HTI, Ismail meminta polisi harus proporsional menangani masalah tersebut.

"Jangan mudah menuduh, jangan mudah menggeneralisasi, dan jangan asal kaitkan dengan yang lain," imbaunya.

"Kalau alumni UI korupsi, kita tidak bisa katakan jebolan UI koruptor. Atau, kalau ada alumni pesantren, bukan berarti jebolan pesantren teroris. HTI intinya ingin  membawa khilafah kembali, namun (HTI) tidak berbuat seperti itu," beber Ismail. (*)

BACA JUGA

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini