Ia juga mengatakan Joyokusumo sebagai politisi yang nyaris tanpa ambisi. Bahkan politisi yang cenderung menerimo dan berpolitik ala kadarnya.
"Kalau diberi tugas oleh partai dia akan kerjalan sepenuh hati dengan komitmen yang tinggi, tetapi jika tidak diberi posisi apapun beliau tidak pernah meminta-minta jabatan. Dalam konteks dan perspektif ini Mas Joyokusumo lebih tepat disebut seorang moralis yang terpaksa menjadi politisi daripada politisi yang profesional," ujarnya.
Baca tanpa iklan