News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kasus Hambalang

Ruhut Tertawa Termehek-mehek Anas Minta SBY Jadi Saksi Meringankan

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Rendy Sadikin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul (berbaju biru) usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu (12/3/2014). Ruhut diperiksa sebagai saksi bagi tersangka Anas Urbaningrum terkait dugaan korupsi proyek Hambalang. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Juru Bicara Demokrat Ruhut Sitompul mempertanyakan keinginan Anas Urbaningrim. Mantan Ketua Umum Demokrat itu meminta Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) sebagai saksi meringankan dalam kasusnya.

"Aku ingin katakan enggak salah Anas seperti itu, Anas sudah rusak Demokrat, Pak SBY dan Ibas, semuanya sudah dibikin hancur. Sekarang dia minta SBY dan Ibas untuk saksi meringankan," kata Ruhut ketika dikonfirmasi, Rabu (7/5/2014).

Ia mengatakan saksi yang dihadirkan merupakan nama-nama yang masuk dalam BAP (berita acara pemeriksaan). "Ini bikin aku tertawa termehek-mehek, Apalagi pengacara Anas, Pengacara akal-akalan," ujarnya.

Ruhut juga setuju dengan pendapat pengacara keluarga SBY yang menolak permintaan tersebut. "Kan lucu, Anas sudah ngerusak, dan sekarang minta keringanan," ujarnya.

Sebelumnya, Tim Advokat dan Konsultan Hukum SBY & Keluarga menegaskan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) dipastikan tidak memenuhi undangan permintaan menjadi saksi meringankan untuk tersangka dugaan korupsi proyek Hambalang dan proyek lainnya, Anas Urbaningrum (AU).

Penolakan itu disampaikan kepada pihak KPK pada 28 April 2014 sebagai jawaban atas surat permintaan tertanggal 25 April 2014. Ketua Tim Advokat dan Konsultan Hukum SBY & Keluarga, Palmer Situmorang menilai permintaan Anas agar SBY dan Ibas menjadi saksi, bertentangan dengan sikap antagonis yang dilakukannya selama ini.

Sebab, selama ini, Anas terus mendesak KPK agar menggunakan kekuasaan demi memanggil SBY dan keluarga dan gencar melontarkan pernyataan tanpa bukti dan fakta terhadap SBY dan Ibas. Bahkan, belum lama ini Anas menyatakan permusuhan dengan mengatakan dirinya terang-terangan sedang menyerang SBY.

"Sekarang lain lagi, tersangka kasus korupsi AU memohon agar SBY dan Ibas menjadi saksi yang meringankan dirinya. Jika merujuk pada sikap antagonisnya selama ini, (maka) permintaan tersangka AU amat sangat sulit dimengerti," tegas Palmer melalui siaran pers yang diterima Tribun, Senin (5/5/2014) malam.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini