News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Legeslator Baru

Rapat Paripurna Sempat Ricuh Gara-gara Perpanjangan Waktu

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Sugiyarto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana gladi bersih pelantikan anggota DPR tahun 2014-2019 yang digelar di ruang rapat paripurna I gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (30/9/2014). pada hari Rabu 1 oktober 2014 sebanyak 560 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) periode 2014-2019 dengan alokasi anggaran sebesar Rp16.122.970.000. (The Jakarta Post/Seto Wardhana)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rapat Paripurna DPR sempat diwarnai kericuhan. Hal itu berawal saat pimpinan DPR Popong Otje Djundjunan  ingin melanjutkan rapat hingga selesai.

Popong sempat mengingatkan rapat paripurna akan berakhir pukul 22.30 WIB, Rabu (1/10/2014). Tapi, Popong langsung meminta persetujuan untuk diperpanjang hingga selesai.

Hal itulah yang membuat sejumlah anggota DPR terpilih periode 2014-2019 maju ke meja pimpinan rapat. Mereka meminta agar Popong mencabut kebijakan yang telah diketok.

Anggota dewan yang maju kedepan meminta Popong mencabut ketokan palu. Tetapi, Popong meminta mereka untuk duduk dahulu.

"Apa yang harus diketok. Bapak apa bisa duduk. Tolong duduk dulu," kata Popong diruang rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (1/10/2014).

Sejumlah anggota dewan tidak mau kembali ke tempat duduknya. Hal itu langsung mendapatkan tanggapan dari anggota dewan yang lain.

"Kasih tahu bu anak,ya duduk dulu," imbuh anggota dewan.

"Kalau tidak duduk saya engga jawab," tambah Popong.

Politisi Golkar itu mengungkapkan rapat paripurna masih memiliki sejumlah agenda. Sedangkan berdasarkan tatib, rapat paripurna bisa dilanjutkan karena sudah memenuhi kuorum. Akhirnya sejumlah anggota dewan itupun kembali ke tempat duduknya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini