Bahkan ia juga tidak membuka gepokan uang itu sampai sekarang.
Hingga akhirnya, Suratmi menyerahkan uang itu ke PP Muhammadiyah yang diharapkan akan membantu mengadvokasi masalah ini.
Siyono (39) warga Brengkungan Cawas Klaten ditangkap Densus 88 pada Selasa (9/3/2016) karena diduga terlibat dalam jaringan teroris, namun dia kemudian meninggal di perjalanan.
Polri mengklaim yang bersangkutan meninggal usai kelelahan dan lemas akibat melawan dan berkelahi dengan anggota Densus 88 yang mengawal selama perjalanan.
Baca tanpa iklan