Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, merupakan seorang politikus senior di negara ini.
Bukan saja karena usianya sudah 70 tahun pada 23 Januari 2017 ini.
Namun, pengalamannya yang panjang di dunia politik, terutama politik kebangsaan.
Hal ini diungkapkan politikus senior PDI Perjuangan Emir Moeis dalam keterangan persnya, Minggu (22/1/2017).
Emir mengatakan, sebagai anak Soekarno yang juga Proklamator Kemerdekaan dan juga Presiden Pertama Republik Indonesia, Megawati sudah mengenal politik kebangsaan sejak usia belia.
Emir menuturkan, tak herankan jika Adis, demikian panggilan kesayangan kedua orangtuanya kepada Megawati ketika masih duduk di sekolah dasar sudah bergelora semangat nasionalismeny.
Kemudian “magang” sebagai pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) untuk Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun 1955.
Lalu, tahun 1964, pemilik nama lengkap Dyah Permata Megawati Setyawati Soekarnoputri ini pun menjadi anggota Paskibraka Nasional.
Ketika itu, ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas.
Megawati juga kerap diajak Bung Karno melakukan kunjungan persahabatan ke negara-negara sahabat.
Begitu pula ketika tokoh-tokoh dari negara lain berkunjung ke Indonesia, Megawati diminta mendampingi ayahnya.
Pada masa menjadi mahasiswi, ia pun aktif di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia.
Namun, di dunia politik yang hiruk-pikuk, perjalanan panjang Megawati sebagai politisi kerap tak terlihat banyak orang.
Bahkan, kemudian banyak tudingan miring diarahkan ke dirinya.
Baca tanpa iklan