Nurruzaman memaklumi aparat keamanan, terkesan kecolongan atas peristiwa bom Kampung Melayu. Pasalnya, saat ini jaringan atau sel terorisme di Indonesia makin kecil dengan sistem sel terputus.
"Sel jaringan mereka makin kecil dan terputus. Hanya dengan 2-3 orang bisa melakukan teror," ujarnya.
Nuruzzaman mengimbau, dengan masih adanya aksi teror di negeri ini, pihaknya berharap pemerintah, tetap terus melakukan sejumlah langkah kontra radikalisme.
"Salah satu tujuannya untuk melakukan deteksi dini adanya potensi ancaman terorisme atau radikalisme. GP Ansor siap bekerjasama untuk melakukan sosialisasi atau kampanye anti radikalisme. Apalagi kita punya instrumen hingga ke tingkat ranting, yang paling bawah," katanya.
Baca tanpa iklan