News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub Jawa Barat

Penentuan Calon Dalam Pilkada Jabar Jadi Penentu Pilpres 2019

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Populi Usep S Akhyar pada diskusi media Pilkada Jabar : Peta Koalisi dan Ada Apa Dengan Golkar?, di D'hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017).

Laporan Wartawan Tribunnews.com,Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jabar 2018 dinilai cukup menentukan untuk Pemilihan Presiden 2019.

Dalam diskusi bertema Pilkada Jabar : Peta Koalisi dan Ada Apa Dengan Golkar?, direktur Populi Usep S Akhyar, mengatakan peta politik di Jawa Barat jika dikuasai maka bisa menguasai suara Indonesia.

"Menarik sebenarnya mengenai peta politik di Jabar akan menjadi perhatian 2018, apalagi suara Jabar dapat mencapai 32 juta," ujar Usep di D Hotel, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/11/2017).

Baca: Pangeran Saudi Terduga Korupsi Ditahan di Hotel Bintang Lima, Ini Alasannya

Diketahui, dengan 32 juta suara pemilih dapat mengawali 18 persen suara nasional Indonesia.

Menurutnya, siapa calon gubernurnya, siapa yang mengusungnya, dari golongan partai mana pun bisa mempengaruhi peta politik pemilihan presiden.

"Siapa yang jadi gubernurnya dari golongan parpol mana pun, mencalonkan siapa pun, akan mempengaruhi peta politik Pilpres tahun depan. Maka gubernur Jawa Barat ini jadi posisi tawar menawar satu paket dengan Pilpres," ujar Usep.

Baca: Sosok Mulan Jamilah Kuda Penarik Kereta Kencana Presiden Jokowi Ke Tempat Akad Nikah Kahiyang

Pentingnya Jawa Barat dalam peta politik nasional membuat penentuan calon gubernur dan wakil gubernur hingga kini masih alot.

Ia mencontohkan belum resminya dukungan diberikan PKS dan Gerindra pada calon gubernur Deddy Mizwar, disinyalir belum didapatkan kesepakatan pada Pilpres.

Baca: Pembunuhan Pembantu Rumah Tangga di Depok Berawal Dari Telepon Nyasar

"Misalnya PKS dan Gerindra tidak kunjung dukung Demiz, karena Gerindra ingin mengikat Demiz menjadi pendukung Gerindra pada pilpres atau masuk secara simbolis ke Gerindra," ujar Usep.

"Makanya menurut saya pilpres ini atau komitmen-komitmen calon-calon ke partai itu diperhitungkan pada koalisi pilpres," ujar Usep.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini