News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ujaran Kebencian

Tugas BG, Admin MCA yang Ditangkap di Sumut Menurut Polisi

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kasatgas Nusantara Mabes Polri Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (kanan) dan Wakasatgas Brigjen Pol Fadil Imran (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan terkait Pengungkapan Jaringan Penyebar Isu Penganiayaan Ulama di Rupatama Mabes Polri, Jalan Tronojoyo, Jakarta Selatan, Senin (5/3). Polri melalui Satgas Nusantara menyebut Muslim Cyber Army (MCA) dan eks kelompok Saracen adalah penyebar isu penyerangan terhadap ulama beberapa waktu lalu, dan dari 45 peristiwa yang ditemukan 42 diantaranya hoax. (Warta Kota/Henry Lopulalan)

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bareskrim Polri berhasil menciduk pria bernama Bobby Gustiono (BG), di Sumatera Utara Minggu (4/3) lalu.

BG sendiri diketahui anggota kelompok inti The Family Muslim Cyber Army (MCA). Ia juga menjadi admin dan pengurus dari tiga grup milik MCA di Facebook.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengungkap tugas atau pekerjaan yang kerap dilakukan BG dalam kelompok tersebut.

Fadil mengatakan jika BG memiliki keahlian di bidang teknologi informasi, sehingga bisa membuat akun palsu di Facebook untuk memviralkan konten-konten hoaks, ujaran kebencian, dan SARA.

"Bobby juga membuat tutorial kepada anggota grupnya cara membuat akun FB palsu yang seolah-olah asli," ujar Fadil melalui keterangan tertulis, Senin (5/3/2018).

Baca: Tugas Efektif Sniper MCA, Bagi Berita Bohong dan Sebar Virus

Tugas BG, kata Fadil, sangatlah krusial bagi kelompok MCA. Ia mengatakan jika pria tersebut mengajari anggota lain cara membuat akun palsu secara meyakinkan, sehingga tidak terkena suspend.

Dengan bermodalkan dua akun Facebook yaitu Bobby Siregar dan Bobby Gustiono, BG menyebar sejumlah konten berbau SARA, ujaran kebencian dan hoax.

Konten tersebut disebarkan ke berbagai grup Facebook yang dia ikuti. Diketahui, BG mengikuti lebih dari 50 group di Facebook. 

BG sendiri juga me-report akun-akun yang dianggap sebagai lawan MCA agar dinonaktifkan oleh pihak Facebook.

"(BG) Mampu menonaktifkan lebih dari 300 akun FB setiap bulannya," kata Fadil.

Baca: PSG vs Real Madrid, Memori Zidane di Kota Cinta

Baca: Dikunjungi Ustaz Abdul Somad, Syahrini : My Dream come true

Dari tangan pelaku, tim menyita barang bukti dua buah ponsel beserta SIM card. Dari perangkat yang disita, petugas menemukan sejumlah konten ujaran kebencian dalam berbagai bentuk untuk disebarkan di media sosial.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini