Laporan Wartawan Tribnnews.com, Fx Ismanto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H yang jatuh pada hari Selasa (11/9/2018), ratusan warga Pela Mampang RW.013 gelar pawai obor. Kegiatan ini dimulai di depan Masjid Darrusalam Jl Bangka 2 F. Pawai obor ini bukanlah kali pertama yang digelar karena sudah berlangsung 4 tahun yang lalu dan menjadi kegiatan rutin jelang Muharram.
"Pawai obor sendiri kita tujuannya untuk silaturahmi sesama warga Rw.013, juga untuk menanam jiwa keislaman dan meningkatkan keimanan juga. Ini sudah berjalan 4 tahun dan ini rutin dan paling besar karena antusias warga yang cukup tinggi dan menjadikan budaya di sekitar lingkungan, " ujar Banni Zulkarnain selaku panita pelaksana pawai obor, Senin (10/9/2018).
"Pawai ini merupakan pembuka untuk Pekan Muharram yang akan dilaksanakan dua minggu kedepan. Dimana kegiatan Pekan Muharram nanti dari pagi sampai malam. Paginya ada Bazaar, pentas seni, Fashion Show, Lomba Adzan, lomba membaca Al Quran. Bazaar makanan dan malamnya acara puncak ada santunan anak yatim dan kaum Dhuafa dan ceramah dari ustadz kemudian penutupan", tambah Banni.
Banni juga mengungkapkan tentang persiapan jelang pawai obor ini.
"Persiapannya 3 bulan sebelumnya remaja kita kumpulkan, kita adakan rapat, kita bentuk panita baru kita menjalankan acaranya. Para warga juga support acara ini,"ungkap Banni.
Sementara itu dikesempatan yang sama Ustadz juga menambahkan tentang kegiatan pawai obor ini
"Pawai obor memang rutin bukan hanya anak - anak saja, ibu - ibu maupun bapak - bapaknya juga antusias. Selain obor ada delman, kuda, angklung, marawis, kurang lebih ratusan yang ikut, " ucap Ustadz Edeng Abdul Rohim.
"Ini hanya untuk memeriah agar anak - anak tahu tahun baru Islam sehingga timbul semangat, ukhuwah Islamiyah juga menyatu. Bahkan dilingkungan kita non muslim juga nyampur tidak masalah tidak ada perbedaan", imbuhnya lagi.
Sejalan dengan perkataan ustadz Edeng, Ketua Rw.013 juga mengatakan pawai obor ini saling silaturahim dan mempersatukan warga ada kebersamaan dan keguyuban.
Ustadz Edeng pun mengharapkan tradisi pawai obor ini bisa dipertahankan.
"Dengan ada semangat Muharram anak - anak tergerak untuk mengikuti perlombaan - perlombaan seperti hapalan doa, bacaan Shalat, dan semangat baru pun muncul. In-shaa Allah tradisi ini bisa dipertahankan. Bukan hanya hura - huranya atau jalannya tapi ada efek sampingnya yakni supaya masyarakat dekat ke masjid dengan semangat Hijrah ini, semangat meningkatkan ukhuwah Islamiyah", papar Ustadz Edeng.
"Harapannya acaranya lebih meriah lagi, kecintaan Islam akan meningkat lagi, keimanan pribadinya meningkat lagi, " pungkas Banni.