News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilpres 2019

SDA Minta Maaf Sebar Hoaks Brimob dari China. Briptu Raja: Saya Brimob Sumatera Utara

Editor: Johnson Simanjuntak
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Penyebar berita bohong perihal adanya personel Brimob dari China berinisial SDA saat dihadirkan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (24/5/2019).

Tiga anggota Brimob Polri tersebut pun membantah tuduhan itu secara langsung. 

Mereka turut dihadirkan dalam jumpa pers penangkapan pelaku penyebar hoax terkait anggota Brimob tersebut oleh Bareskrim Polri, Jumat (24/5).

Pantauan Tribunnews.com, ketiga anggota Brimob itu hadir mengenakan seragam lengkap khas Brimob warna hitam-hitam. 

Mereka juga mengenakan kain penutup wajah dan helm, sehingga hanya terlihat bagian mata mereka. 

Ketiganya diberi kesempatan oleh Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo untuk berbicara pasca pengungkapan pelaku hoax. 

anggota Brimob (Vincentius Jyestha/Tribunnews.com)

Kemudian, ketiganya membuka helm serta penutup wajah mereka. Rambut cepak khas polisi menjadi kekhasan dari ketiganya. 

Mereka menegaskan dirinya berasal dari Sumatera Utara, tepatnya Tebing Tinggi. 

Salah satu personel yang bernama Briptu Raja Hiskia Rambe menegaskan dirinya adalah asli Brimob dan bukannya polisi China. 

"Kami tegaskan lagi bahwa kami adalah asli Brimob, bukan polisi China. Bahwa saya adalah Brimob Sumatera Utara. Saya asli dari Sumatera Utara," kata Briptu Raja. 

Selanjutnya, anggota Brimob bernama Briptu Ib Benuh Habib mengatakan dirinya asli Indonesia. 

anggota Brimob (Vincentius Jyestha/Tribunnews.com)

Terakhir, penegasan dilakukan pula oleh Briptu Gunawan Sinambela. Raut wajahnya sedikit tegang saat memberikan penegasan bahwa mereka adalah orang Indonesia. 

"Kami ini anggota Brimob dari Polda Sumatera Utara. Di Detasemen B, kami asli Tebing Tinggi, Indonesia," kata Briptu Gunawan. 

"Informasi yang menyebutkan kami dari China dan disebarkan murni hoax," imbuhnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini