News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jakob Oetama Meninggal Dunia

Masyarakat NTT Punya Ikatan Emosional dengan Jakob Oetama dan Kompas

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pendiri Kompas-Gramedia Jakob Oetama menghadiri Syukuran KG 2015 di Gedung Kompas-Gramedia, Palmerah, Jakarta, Kamis (22/1/2015). Dalam Syukuran KG tahun ini digelar pasar rakyat dan hiburan musik. (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)

Kondisinya sempat membaik di tengah perawatan.

Namun, karena faktor usia dan penyakit komorbid, kondisi Jakob memburuk dan akhirnya meninggal.

Jakob Oetama lahir di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 27 September 1931.

Dia mengawali kariernya sebagai seorang guru. Namun, dia kemudian memilih jalan sebagai wartawan hingga mendirikan jaringan media Kompas Gramedia bersama rekannya, PK Ojong.

Jakob Oetama mengawali karier sebagai guru pada 1952-1953 di SMP Mardiyuwana, Cipanas, Jawa Barat.

Kemudian, pindah ke Sekolah Guru Bagian B di Jakarta pada 1953-1954 dan pindah lagi ke SMP Van Lith di Gunung Sahari pada 1954-1956.

Barulah tumbuh minat untuk menulis atau terjun di dunia jurnalistik. Jakob Oetama mengawali karier jurnalistik sebagai redaktur majalah Penabur Jakarta.

Hingga bersama rekannya, almarhum Petrus Kanisius Ojong (PK Ojong), Jakob Oetama menerbitkan majalah Intisari pada 1963. Pada 1965, Jakob menerbitkan Harian Kompas.  (Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul ""Masyarakat NTT Punya Ikatan Emosional dengan Kompas dan Jakob Oetama""

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini