News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kejagung Masih Dalami Dugaan Korupsi di PT Pelindo II

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ali Mukartono

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman IbrahimĀ 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI, Ali Mukartono menyampaikan penyidik masih tengah terus mendalami dugaan korupsi di PT Pelindo II terkait pengurusan perpanjangan sewa dermaga.

"Kemarin sudah bilang masih dinilai apakah itu ruginya karena perbuatan melawan hukum atau tidak," kata Ali di Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Senin (22/2/2021) malam.

Ali menyatakan setiap perkara yang ditangani oleh Kejaksaan Agung RI memiliki karakteristik masing-masing.

Tingkat kesulitannya juga berbeda-beda.

"Semua perkara itu punya karakteristik masing masing di tingkat kesulitannya tidak semua sama.

Baca juga: ASDP Pastikan Tak Ada Korban Jiwa dalam Insiden Kapal Terbalik di Dermaga Parigi Piai Sambas

Jadi masih dilakukan persentasinya," ungkap dia.

Lebih lanjut, ia juga memastikan masih belum ada pihak yang dicegah ke luar negeri terkait kasus tersebut.

"Kalau tidak ada korupsi masa dicegah orang, kalau melawan hukum berarti iya lanjut korupsi," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung membuka kembali penyidikan untuk mengusut kasus dugaan korupsi di PT Pelindo II. Kejagung menyebut penyidikan terbaru berkaitan dengan dugaan pengurusan perpanjangan sewa dermaga.

"Jadi terkait pengelolaan pelabuhan oleh JICT yang diduga perjanjiannya sudah habis kemudian diduga ada perbuatan melawan hukum," kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung RI Hari Setiyono di Kejagung RI, Senin (26/10/2020).

Baca juga: Pemerintah Selesaikan PP Postelsiar, Agung Harsoyo Beri Apresiasi

Menurutnya, proses pengurusan perpanjangan masa pengelolaan ini diduga adanya tindak pidana korupsi.

Ia menuturkan transaksi ini telah terjadi pada 2015 lalu.

"Diduga operasi terhadap JICT itu, masa berlaku nya sudah habis di 2015," ungkap Hari.

Namun demikian, Hari masih belum bisa berbicara lebih lanjut terkait penyidikan yang tengah dilakukan Kejagung, termasuk perihal kerugian negara dalam kasus tersebut.

Baca juga: Staf Damkar Badung Tewas Kecelakaan, Tak Biasanya Korban Minta Makan Menjelang Tidur

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini