Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto mengatakan, hingga kini pihaknya masih terus melakukan pembahasan untuk menentukan sosok yang akan diusung sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.
Kendati begitu, Hasto telah membeberkan semacam kisi-kisi calon presiden yang nantinya akan diusung PDIP sebagai penerus kepempimpinan Jokowi.
Kata dia, yang selalu ditanamkan oleh PDIP kepada seluruh kadernya termasuk mereka yang diusung sebagai calon pemimpin yakni aksi turun ke rakyat, atau blusukan.
"Tentang kepemimpinan yang mengakar, ada bounding kata Bu Mega dengan rakyatnya yang ditunjukkan oleh Pak Jokowi dengan tradisi blusukan, ini menjadi kultur partai," kata Hasto dalam acara bincang-bincang bersama Sonora Radio, Selasa (21/2/2023).
Hasto menjabarkan, aksi blusukan tersebut memang sudah diterapkan oleh para pemimpin negara dari PDIP.
Bahkan, penerapan tersebut sudah dilakukan sejak kepemimpinan Presiden Pertama RI, Ir Soekarno di era kolonialisme Belanda.
"Blusukan ini bukan hanya dilakukan oleh pak Jokowi, zaman Bung Karno itu Bung Karno selalu turun ke bawah, apalagi setelah berpidato berapi-api menentang kolonialisme Belanda," kata Hasto.
Kata dia, kala itu, Bung Karno kerap berdiri bersama rakyat bahkan di dalam situasi genting di mana tentara serta kepolisian Belanda melakukan penyerangan.
"Bung Karno dikejar-kejar polisi Belanda, Bung Karno langsung menyelinap di tengah-tengah rakyat, di situ Bung Karno menggelorakan api perjuangan di tengah rakyat," ucap Hasto.
Selanjutnya kata Hasto, kultur tersebut diteruskan oleh putri dari Bung Karno yakni Megawati Soekarnoputri yang juga merupakan mantan Presiden Republik Indonesia.
Baca juga: Sekjen PDIP Bicara Sosok Pemimpin Indonesia Mendatang
Kala itu, di tahun 1986 Megawati yang masih berusia muda di dunia politik sudah aktif turun ke rakyat.
"Zaman Bu Mega, banyak yang tidak menyorot bahwa sejak tahun 1986, Bu Mega itu sebagai tokoh baru yang masuk ke gelanggang politik, itu turun ke bawah bertemu dengan rakyat," kata Hasto.
"Sehingga tradisi blusukan bertemu rakyat itulah dilakukan dari zaman Bung Karno, Bu Mega dan pak Jokowi, ini karakter yang sangat penting," tukasnya.