TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Tak hanya masyarakat para pemohon SIM C, sejumlah polisi juga menjajal trek baru ujian praktik SIM C, bagaimana hasilnya ?
Pertama ada Kasat Lantas Polrestabes Makassar, AKBP Amin Toha.
Aksinya jajal trek baru ujian praktik SIM viral karena keluar garis hingga dikomentari para warganet.
Di awal tampak pejabat polisi itu lancar melewati trak lurus.
Namun, ketika berbelok ke jalur u-turn, roda depan motor keluar garis putih.
Dengan perlahan pejabat polisi itu mencoba mengimbangi kendaraan roda dua tersebut agar tidak menurunkan kaki.
Meski keluar jalur, pejabat polisi itu tetap melanjutkan laju motornya.
Kedua yakni Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede.
Dia menjajal langsung lintasan baru tersebut, Kamis (10/8/2023).
Saat menjajal trek baru, Maruly menuruti instruksi petugas Satlantas, yakni setelah start di trek lurus, Maruly diminta mengerem sesuai dengan jalur trek.
Lalu, ia melanjutkan ujian dengan rute lintasan berkelok seperti huruf S.
Di akhir lintasan petugas Satlantas memberikan kode pengereman untuk memperlambat laju kendaraan dan meminta Kapolres memilih jalur akhir ke kiri atau ke kanan.
Setelah dinyatakan lulus, Maruly mengaku grogi saat menjajal trek baru lintasan ujian praktik SIM C tersebut.
Maruly mengatakan, grogi ia rasakan karena ditonton sejumlah peserta pemohon SIM C.
Ia takut terjatuh dan menjadi bahan tertawaan peserta pemohon ujian praktik SIM C.
"Alhamdulillah lulus. Terus terang grogi, soalnya ditonton sama bapak-bapak dan ibu-ibu. Groginya stres, takut diketawain kalau jatuh," ujarnya tersenyum, disambut tawa pemohon SIM C.
Viral Kasat Lantas Polrestabes Makassar Keluar Garis saat Coba Jalur Baru Praktik SIM C
Beredar video viral satu pejabat dari Satlantas Polrestabes Makassar keluar jalur saat mencoba lintasan baru uji praktik SIM C.
Padahal, dengan lintasan baru ini harusnya memudahkan pemohon SIM C.
Bahkan masyarakat mengakui kalau lintasan saat ini lebih mudah sehingga pemohon tak harus mengulang.
Namun, nyatanya, polisi tak mampu melewatinya dengan baik.
Dalam video tersebut, polisi berpangkat dua bunga melati itu mencoba jalur u-turn.
Diketahui, pengendara motor yang melakukan uji coba jalur baru merupakan Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Amin Toha.
Di awal video tampak pejabat polisi itu lancar melewati trak lurus.
Namun, ketika berbelok ke jalur u-turn, roda depan motor keluar garis putih.
Dengan perlahan pejabat polisi itu mencoba mengimbangi kendaraan roda dua tersebut agar tidak menurunkan kaki.
Meski keluar jalur, pejabat polisi itu tetap melanjutkan laju motornya.
Potongan video itu rupanya tersebar di beberapa platform media sosial (medsos) dan sontak menjadi perhatian warganet.
Seperti yang di-posting akun media sosial Instagram @sosmedmakassar, warganet memberikan berbagai respons melihat pejabat polisi yang keluar jalur saat mencoba ujian SIM C.
"Aih simpan memang vidionya, biar nanti kalau perpanjangan sim, nah banyak bicarana bapaka, kalau pke rem sama keluar garis, ini mamiku kasih lihatkan," tulis salah satu akun bernama @imam_hdy***.
Tak hanya itu, netizen juga membandingkan jika warga biasa yang keluar jalur saat praktik ujian SIM C.
"Keluar garis, pakai rem kalau kita yang keluar garis pasti gagal mi seng (pasti gagal lagi), kalaulancar, langsung bilang, jangan direm jangan direm," tulis akun lain bernama @kapten***.
"Kalau warga begini, pasti dikasih berhentimi (diarahkan untuk berhenti), disuruh urus ulang lagi, dan menunggu satu minggu," tulis @vandi.***.
Kasi Humas Polrestabes Makassar, AKP Lando K Sambolangi, mengatakan, dalam video itu Kasat Lantas Polrestabes Makassar AKBP Amin Toha hanya mencoba trek baru jalur SIM C.
"Itu kan bukan dalam ujian praktik dalam pengambilan SIM, itu sirkuit baru. Namanya juga baru sekali belum paham betul juga, kendaraan saja kalau baru bingung juga. Kasat Lantas bukan mau ujian SIM," ucapnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (10/8/2023).
"Itu kan bukan ujian untuk mengambil SIM tapi mencoba sirkuit baru huruf S perubahan dari yang sebelumnya yaitu angka delapan yang diberlakukan mulai tanggal 7 Agustus 2023. Namanya juga sirkuit baru artinya baru dicoba sebelum ada tes pemohon baru," tambah dia.
Untuk diketahui, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar resmi menerapkan tes ujian SIM C dengan jalur berbentuk huruf 'S'.
Sirkuit ujian yang awalnya menggunakan lintasan berbentuk zig-zag dan angka delapan kini telah dirubah secara resmi pada Senin (7/8/2023).
Baca juga: Desain Baru Ujian Praktik SIM C Diklaim Lebih Mudah, Lintasan Angka 8 Diganti Huruf S
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Mokhamad Ngajib, mengatakan, perubahan itu dilakukan berdasarkan surat putusan Korps Lantas Lintas (Korlantas) Polri dengan Nomor 105/VIII/2023 tertanggal 4 Agustus 2023.
"Di mana ada beberapa perubahan yang tentunya di antaranya adalah uji pengereman, kemudian uji u-trun, perubahan ujian dari angka delapan menjadi S," jelas Ngajib kepada awak media ditemui di Satpas Polrestabes Makassar, Jalur Sermani, Kota Makassar, Sulsel, Senin pagi.
Ngajib yang mencoba langsung jalur baru berbentuk huruf 'S' itu menganggap perubahan uji jalur itu lebih mudah dan dapat dipahami dengan cepat.
"Empat materi pengujian yang diubah ini dalam rangka untuk memberikan kemudahan kepada para pemohon SIM. Alhamdulillah kalau melihat daripada perubahan ini semuanya lebih dipermudah, tidak ada tingkat kesulitan. Insyaallah akan lebih mudah mendapatkan SIM," kata Ngajib. (*)
Ketika Kapolres Sukabumi Grogi saat Jajal Trek Baru Uji Praktik SIM C, Dulu Pernah 2 Kali Gagal
Satlantas Polres Sukabumi telah menerapkan lintasan atau trek baru uji praktik SIM C dengan bentuk lintasan menyerupai huruf S dan di akhir lintasan seperti huruf Y.
Penggunakan trek baru itu dilakukan sejak Senin 7 Agustus 2023 sesuai dengan instruksi Kapolri dan diterbitkannya Perkakorlantas.
Penasaran dengan trek baru ujian praktik SIM C, Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede menjajal langsung lintasan baru tersebut, Kamis (10/8/2023).
Sebelum memulai ujian praktik, Maruly terlihat menyapa peserta pemohon SIM C yang akan melakukan ujian praktik di Satpas Polres Sukabumi, Jalan Jenderal Sudirman, Palabuhanratu.
Maruly terlihat memilih sepeda motor matik untuk menjajal lintasan baru ujian praktik SIM C.
Terdapat dua jenis kendaraan sepeda motor yang disiapkan Satlantas untuk ujian praktik SIM C, yakni jenis matik dan manual.
Saat menjajal trek baru, Maruly menuruti instruksi petugas Satlantas, yakni setelah start di trek lurus, Maruly diminta mengerem sesuai dengan jalur trek.
Lalu, ia melanjutkan ujian dengan rute lintasan berkelok seperti huruf S.
Baca juga: Desain Baru, Ujian Praktik SIM C Diklaim Lebih Mudah, Lulus Tak Lagi Jadi Pemain Sirkus
Di akhir lintasan petugas Satlantas memberikan kode pengereman untuk memperlambat laju kendaraan dan meminta Kapolres memilih jalur akhir ke kiri atau ke kanan.
Setelah dinyatakan lulus, Maruly mengaku grogi saat menjajal trek baru lintasan ujian praktik SIM C tersebut.
Maruly mengatakan, grogi ia rasakan karena ditonton sejumlah peserta pemohon SIM C.
Ia takut terjatuh dan menjadi bahan tertawaan peserta pemohon ujian praktik SIM C.
"Alhamdulillah lulus. Terus terang grogi, soalnya ditonton sama bapak-bapak dan ibu-ibu. Groginya stres, takut diketawain kalau jatuh," ujarnya tersenyum, disambut tawa pemohon SIM C.
Pernah Gagal
Maruly juga bercerita dulu ia pernah gagal saat melakukan ujian praktik SIM C, saat lintasan masih memakai bentuk angka delapan dan zig-zag.
Maruly mengaku, saat lintasan masih berbentuk angka delapan dan zig-zag, sampai tiga kali melakukan ujian praktik SIM C.
Menurutnya, lintasan baru berbentuk huruf S lebih mudah daripada angka delapan dan zig-zag.
"Saat masih ada angka delapan dan zig-zag itu tiga kali tes dulu baru lulus, jadi dua kali pertama itu saya kalah terus, jatuh terus, kaki turun terus," jelasnya.
Baca juga: Masyarakat Sulawesi Selatan Apresiasi Perubahan Materi Ujian Praktik SIM C
Tak sampai di situ, Maruly juga memberikan trik kepada pemohon SIM C agar lebih mudah saat menjajal lintasan ujian praktik.
Menurutnya, kendaraan yang dipakai saat ujian praktik harus sesuai dengan jenis kendaraan sepeda motor yang digunakan sehari-hari.
"Kalau trik-triknya sebenarnya ini adalah kemahiran karena kita terbiasa. Jadi kalau memang sudah terbiasa menggunakan motor akan hafal dengan selahnya motor kendaraan yang kita biasa pakai," ucapnya.
"Jadi ini disiapkan dua motor, manual dengan matik, dengan maksud apa, masyarakat pemohon SIM ini kan sesuai dengan kebiasan mereka pakai motor apa," katanya
Desain Baru Ujian Praktik SIM C
Desain sirkuit ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi pengendara sepeda motor atau SIM C kini tampil dengan wajah baru.
Korlantas Polri pun mengklaim kini ujian praktik SIM C jadi lebih mudah.
Hal ini merespons banyaknya keluhan dari masyarakat soal ujian praktik SIM C.
Terbaru emak-emak di Gresik ngamuk anaknya 13 kali gagal ujian SIM.
Jauh sebelumnya Kapolri berseloroh, sangking sulitnya ujian praktik SIM, usai lulus bisa jadi pemain sirkus.
Lantas apa saja yang diubah dalam praktik ujian SIM C ?
Berikut ini rincian perubahan materi ujian praktik yang berlaku mulai Jumat (4/8/2023)
1. Perubahan lintasan menjadi sebuah sirkuit mengakomodir 4 materi ujian praktik dengan ukuran yang sudah diperlebar tanpa materi zig-zag tes atau slalom tes;
2. Uji membentuk angka 8 digantikan dengan uji membentuk huruf S;
3. Untuk ukuran lebar lintasan, diperlebar dari ukuran lama 1,5 kali lebar kendaraan menjadi 2,5 kali lebar kendaraan;
4. Untuk uji pengereman, panjang lintasan 20 meter dan jarak antar patok menjadi 2,5 meter;
5. Untuk uji U-turn, panjang lintasan 10 meter, 2 meter untuk tikungan saat berbelok, dan jarak antar patok menjadi 3 meter;
6. Untuk uji huruf S, panjang lintasan sebesar 35 meter;
7. Untuk uji reaksi hem menghindar, panjang lintasan lurus 1,6 meter, panjang lintasan menghindar 4 meter, dan jarak antar patok 3 meter dengan total panjang lintasan 24 meter.
Testimoni Warga Jajal Desani Baru Ujian Praktik SIM C
Korlantas Polri akhirnya mengubah kebijakan ujian praktek pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) untuk pengendara sepeda motor di seluruh Indonesia.
Adapun dalam kebijakan ini Korlantas Polri tidak lagi menerapkan pola angka 8 dan zigzag melainkan menggunakan pola huruf S pada jalur yang akan dijadikan ujian praktek pembuatan SIM.
Satpas Polda Metro Jaya di Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat menjadi salah satu lokasi yang menggunakan kebijakan baru tersebut.
Bernardus Foe Simbolon (31) warga asal Depok, Jawa Barat yang berkesempatan mencoba jalur baru tersebut menyebut bahwa jalur yang kini ada dianggapnya lebih mudah.
"Kalau yang lama itu kebanyakan kelok-keloknya, karena kan angka 8 muter gitu loh, jadi agak mustahil gak napak ke bawah. Kalau yang ini masih mungkin untuk kita gak napak," jelas Foe ketika ditemui di Satpas Polda Metro Jaya, Daan Mogot, Jakarta Barat, Jum'at (4/8/2023).
Menurut Foe, jalur yang ada saat ini juga dianggap memiliki tingkat kelebaran yang lebih memadai ketimbang jalur sebelumnya.
Dirinya beranggapan, bahwa jalur angka 8 yang dulu dipakai memiliki lebar yang cukup sempit dan menyulitkan ketika dirinya bermanuver menggunakan sepeda motor.
"Karena jarak lintasannya juga lebar, kalau dulu kan kecil dan agak ribet karena bentuknya angka 8," ujarnya.
Selain itu menurut Foe, jalur yang ada saat ini juga cukup menggambarkan jalur sebenarnya yang ada di jalan raya.
Hal itu terlihat dari kebijakan-kebijakan baru seperti terdapat rambu-rambu pemberitahuan yellow box yang menurutnya hal itu memang kerap ada di area lampu merah.
"Mempresentasikan jalan raya, seperti belokannya ada rambu berhenti, terus ada yellow box dan memang ada di setiap lampu merah tuh. Baru tau juga ternyata gak boleh berhenti di dalam yellow box," jelasnya.
Terkait hal ini, Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi mengatakan kebijakan itu diubah lantaran adanya masukan dari masyarakat yang menganggap ujian praktek pembuatan SIM sangat sulit sebelumnya.
Di sisi lain, Firman menyebut meskipun dalam ujian ini akan dipermudah, namun nantinya tetap tidak mengesampingkan keselamatan dalam mengemudi.
"Sekarang ini kita rangkai sedemikian rupa seperti masyarakat kalau berjalan di jalan raya sekaligus kita memasukkan sisi Edukasi kan pengetahuan keterampilan mengemudi sebagaimana jauh masyarakat memahami perilaku untuk di jalan yang kedua bagaimana menguasai kendaraannya," jelasnya.
Ujian praktek untuk SIM C tersebut yang tadinya menggunakan jalur angka 8 dan zig zag akan dirubah menjadi bentuk huruf S.
Lalu, untuk jalur lintasannya dibuat lebih lebar dari ukuran lama. Ukuran lama tadinya hanya 1,5 kali lebar kendaraan, kini dirubah menjadi 2,5 kali lebar kendaraan. (tribun network/thf/Tribunnews.com/TribunJabar.com)