Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ashri Fadilla
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Komisaris Independen WIKA Beton, Dadan Tri Yudianto disebut-sebut menemui Sekretaris Nonaktif MA, Hasbi Hasan di ruang kerjanya di Gedung MA pada awal Maret 2022.
Saat itu Dadan menemui Hasbi Hasan bersama istrinya, Riris Riska Diana.
Rupanya, Dadan bukanlah satu-satunya pihak yang menemui Hasbi Hasan di ruang kerjanya di Gedung Mahkamah Agung (MA) pada hari itu.
Dalam persidangan Selasa (19/12/2023), Riris menerangkan bahwa ada seorang wanita yang juga turut dalam pertemuan tersebut.
Wanita itu mengenalkan dirinya sebagai pengacara alias lawyer dari brand skincare ternama, MS Glow.
"Kemudian tanggal 8 Maret baru ketemu lagi antara saudara, Pak Dadan, dan Pak Hasbi di ruangannya? Pada saat itu, siapa saja yang bertemu Pak Hasbi yang saudara ketahui?" tanya jaksa penuntut umum KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2023).
"Banyak pak. Ada perempuan yang bilangnya sih cuma 'Saya lawyer-nya MS Glow,'" jawab Riris.
Riris sendiri saat itu memperkenalkan dirinya dengan sosok wanita itu sebagai pemilik usaha produk skincare.
Setelahnya, tak ada percakapan lanjutan di antara keduanya.
"Beliau memperkenalkan diri. Terus 'Usahanya apa?' 'Oh saya usahanya skincare.' Cuma begitu saja," kata Riris.
Jaksa pun kemudian menunjukkan foto mereka, yakni Hasbi Hasan, Dadan Tri Yudianto, Riris Riska, dan lawyer MS Glow tersebut.
Riris yang duduk di kursi saksi membenarkan foto tersebut.
Namun dia mengaku tak ingat nama dari lawyer MS Glow, sebagaimana foto yang ditunjukkan jaksa.
Pun dengan maksud kedatangan lawyer MS Glow tersebut, Riris mengaku tak mengetahuinya.
Baca juga: Sekretaris Nonaktif MA Hasbi Hasan Didakwa Keliling Bali Naik Helikopter Bareng Windy Idol
"Ini yang duduk di tengah nih Pak Hasbi Hasan ya? Kemudian di sebelahnya Pak Dadan, lalu ada saudara. Kemudian yang perempuan yang baju biru ini yang MS Glow?" tanya jaksa.
"Iya," jawab Riris.
"Di sini saudara menyebut nama Bu Devi, di BAP saudara?" tanya jaksa lagi.
"Saya cuma tahu itu lawyer-nya MS Glow saja. Terus pas penyidik waktu di BAP bilangnya 'Bu Devi?' 'Iya mungkin,'" ujar Riris.
Nama Devi sebagai lawyer MS Glow sendiri sebelumnya sempat diungkit dalam dakwaan Hasbi Hasan.
Dalam dakwaan terungkap bahwa Devi merupakan sosok yang memfasilitasi Hasbi Hasan wisata mengelilingi Bali dengan helikopter alias flight heli tour menggunakan Helikopter Belt 505 Register PK WSU.
Fasilitas itu dinikmatinya pada awal 2022 dari Devi Herlina, Notaris Rekanan CV Urban Beauty/ MS Glow senilai Rp 7,5 juta.
"Pada tanggal 13 Januari 2022 bertempat di Urban Air, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Terdakwa menerima fasilitas perjalanan wisata keliling Bali melalui udara dengan menggunakan Helikopter Belt 505 dengan Register PK WSU dari Devi Herlina selaku Notaris rekanan dari CV Urban Beauty/ MS Glow," kata jaksa penuntut umum KPK dalam sidang pembacaan dakwaan Hasbi Hasan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (5/12/2023).
Dalam dakwaannya, jaksa mengungkapkan bahwa Hasbi Hasan menikmati fasilitas flight heli tour itu bersama artis jebolan ajang pencarian bakat, Windy Idol.
Bersama dengannya saat itu, ada pula kakaknya Windy, Rinaldo Septariando dan seseorang bernama Betty Fitriana.
Flight heli tour ini merupakan satu dari sejumlah fasilitas yang diterima Hasbi Hasan hingga senilai Rp 630,8 juta.
Selain itu, dia juga didakwa menerima Rp 11,2 miliar terkait pengurusan perkara.
Uang Rp 11,2 miliar diterima Hasbi dari pihak berperkara, Heryanto Tanaka melalui temannya, Dadan Tri Yudianto yang merupakan mantan Komisaris Independen PT Wika Beton.
Dalam hal ini, Heryanto Tanaka merupakan Debitur Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana.
Baca juga: Penampakan Tebalnya Berkas Perkara Pemerasan Firli Bahuri yang Dilimpahkan ke Kejati DKI Hari Ini
Atas perbuatannya itu, Hasbi Hasan dijerat dakwaan pertama: Pasal 12 huruf a subsidair Pasal 11 jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
Dakwaan kedua: Pasal 12 huruf b jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.
Sedangkan Dadan Tri Yudianto sebagai pemberi, didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.