Tujuannya, agar target penurunan angka kemiskinan itu bisa dicapai pada akhir masa pemerintahan di tahun 2024 ini.
"Kita perlu ada kebijakan-kebijakan khusus melalui beragam program di kementerian, lembaga dan juga pemerintah daerah, dan dukungan nonpemerintah untuk mencapai 7,5 persen pada 2024," kata Ma'ruf.
Atas hal itu, dalam rapat tingkat menteri ini Ma'ruf Amin menyatakan pengin mendapatkan gambaran atau rencana dari pemerintah soal upaya untuk memenuhi target tersebut.
"Saya ingin nanti dapat gambaran rencana kita dan kemungkinan-kemungkinan capaian karena waktu kita hanya tinggal 7 apa 8 bulan, jadi waktunya tidak panjang lagi," beberĀ dia.
Baca juga: Masuk Pemerintahan Jokowi, Demokrat Sindir Menteri-menteri yang Bertingkah Seperti Oposisi
Sementara sejauh ini atau dalam lima tahun terakhir pemerintah kata dia, sudah melakukan beragam upaya untuk menanggulangi kemiskinan
Salah satunya terjadi besar-besaran di masa Covid-19 serta dengan memperluas bantuan sosial.
"Antara lain perluasan bantuan sosial, inovasi peningkatan pendapatan melalui kebijakan pasar tenaga kerja, mobilisasi perlindungan sosial pada masa pandemi covid-19 hingga mampu mempertahankan angka kemiskinan di bawah 10 persen," kata dia.
"Tetapi masih ada tantangan seperti ketepatan sasaran program bantuan, ketepatan jumlah dan waktu penyalurannya," tukas Ma'ruf Amin.
Sebagai informasi, rapat ini turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, serta Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki.