"Perkiraan karena memang disitu saya anggap belum final. Karena itu baru pertama kali saya tahu dan saya belum pernah terinfo sebelum-sebelumnya ada pertemuan terkait dengan ini. Jadi saya benar-benar saat diminta oleh Pak Emil ikut datang dan diam saja. Intinya mewakili saja," jawab saksi.
"Ada bapak sampaikan mahalnya harga tersebut?" tanya Toni kembali.
"Jadi saya sampaikan setelah pertemuan itu bahwa harganya kemahalan. Karena biaya smelter di PT Timah itu sekitar 1.000. Patokan saya hanya itu kemahalan," terang saksi.
(*)
Baca tanpa iklan