TRIBUNNEWS.COM - Deputi Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani mengungkapkan partainya belum memikirkan pengganti Benny Laos sebagai calon gubernur (cagub) Maluku Utara (Malut) usai dia tewas dalam insiden speedboat meledak di Pelabuhan Bobong, Pulau Taliabu pada Sabtu (12/10/2024).
Kamhar mengungkapkan alasannya lantaran Partai Demokrat masih berduka pasca meninggalnya Benny Laos.
"Mohon maaf belum dibahas (pengganti Benny Laos). Saat ini masih dalam suasana duka," jelasnya kepada Tribunnews.com, Sabtu malam.
Lalu, ketika ditanya apakah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan melayat, Kamhar mengaku belum memperoleh informasi.
"Belum dapat update informasi terkait itu," jelasnya.
Di sisi lain, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), Idham Holik mengatakan partai politik (parpol) atau gabungan parpol bisa mengajukan pengganti calonnya 30 hari sebelum pemungutan suara jika calon yang diusung meninggal dunia.
Adapun pengajuan pergantian paling lambat tujuh hari sejak calon meninggal dunia sebagaimana aturan itu tertuang dalam Undang-Undang 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.
“Pasal 54 UU Nomor 10 Tahun 2016,” kata Idham saat dikonfirmasi, Sabtu.
Baca juga: Detik-detik Speedboat Meledak Hingga Cagub Maluku Utara Benny Laos Meninggal, Korban Tewas 6 Orang
RS Umumkan Benny Laos Meninggal akibat Patah Kaki dan Luka Bakar
Sebelumnya, pihak RSUD Bobong sudah mengumumkan bahwa Benny Laos meninggal dunia usai menjadi salah satu korban insiden speedboat meledak.
RSUD Bobong pun telah mengeluarkan surat kematian Benny Laos.
"Iya benar kabar duka itu. Kami turut berduka cita yang mendalam. Tim RSUD Bobong sudah berusaha maksimal menangani korban," ujar Kabag Umum Pemkab Pulau Taliabu Hasyim Fokaaya, Sabtu (12/10/2024) malam, dikutip dari Tribun Ternate.
Adapun Benny Laos meninggal dunia akibat patah kaki dan luka bakar yang dideritanya pasca insiden speedboat meledak.
Di sisi lain, Benny Laos disebut sempat sadarkan diri setelah dilakukan pompa jantung oleh petugas kesehatan RSUD Bobong.