News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jadwal Galungan dan Kuningan 2025 di Bali, Pertama dan Kedua

Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GALUNGAN DAN KUNINGAN - Grafis dibuat di Canva Premium pada Rabu (23/4/2025). Jadwal Galungan dan Kuningan 2025 di Bali, Pertama dan Kedua

TRIBUNNEWS.COM - Umat Hindu di Bali tengah menyambut dua perayaan suci besar, Galungan dan Kuningan, yang dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Saka Bali. 

Tahun ini, puncak perayaan Galungan jatuh pada hari ini, Rabu, (23/4/2025).

Kemudian disusul dengan Hari Raya Kuningan pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Berikut adalah jadwal lengkap perayaan Galungan dan Kuningan 2025 di Bali, dikutip dari laman Bimas Hindu Kementerian Agama:

  • Puncak perayaan Galungan pertama di tahun 2025 akan dilaksanakan pada Rabu, 23 April 2025. 
  • Setelah merayakan kemenangan Dharma, umat Hindu melanjutkan sukacita dengan Umanis Galungan pada Kamis, 24 April 2025. Pada hari tersebut, umat Hindu biasanya bersilaturahmi mengunjungi keluarga dan kerabat.
  • Sehari sebelum Kuningan, pada Jumat, 2 Mei 2025, diperingati sebagai Penampahan Kuningan, yang juga diisi dengan persiapan upacara.
  • Sepuluh hari setelah Galungan, umat Hindu merayakan Hari Raya Kuningan, yang jatuh pada Sabtu, 3 Mei 2025.

Selain perayaan di bulan April-Mei, umat Hindu juga akan merayakan Galungan dan Kuningan yang kedua pada 2025. 

Berikut adalah jadwal Galungan dan Kuningan yang kedua pada tahun 2025:

  • Hari Raya Galungan kedua akan jatuh pada Rabu, 19 November 2025, dengan Penampahan Galungan pada Selasa, 18 November 2025, dan Umanis Galungan pada Kamis, 20 November 2025. 
  • Sementara itu, Hari Raya Kuningan kedua akan dirayakan pada Sabtu, 29 November 2025, didahului oleh Penampahan Kuningan pada Jumat, 28 November 2025.

Baca juga: 10 Ucapan Galungan 23 April 2025 dan 20 Poster Hari Galungan yang Bisa Diunduh Gratis

Rangkaian Peringatan Galungan dan Kuningan

Menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, umat Hindu di Bali menjalani serangkaian upacara penting. Berikut urutannya, dikutip dari laman Kementerian Keuangan:

1. Tumpek Wariga

Tumpek Wariga dirayakan 25 hari sebelum Galungan. 

Pada hari ini, umat Hindu memuja Sang Hyang Sangkara, Dewa yang melindungi tumbuhan dan membawa kemakmuran. 

Tradisi yang dilakukan adalah menghaturkan sesaji berupa bubuh sumsum berwarna. Pepohonan disiram air suci (tirta wangsuhpada) yang diambil dari Pura atau Merajan, lalu diberi persembahan berupa bubuh, canang pesucian, dan sesayut tanem tuwuh. 

Setelah itu, batang pohon disentuh atau diketuk sambil mengucapkan harapan agar pohon tersebut lekas berbuah dan dapat digunakan saat Galungan.

2. Sugihan Jawa

Sugihan Jawa bermakna "pembersihan luar" atau penyucian alam sekitar (Bhuana Agung). 

Dilaksanakan setiap Kamis Wage wuku Sungsang, upacara ini fokus pada pembersihan rumah, merajan (tempat suci keluarga), dan pura. 

Tradisi yang disebut Ngerebon ini bertujuan menetralkan unsur negatif di lingkungan luar manusia.

3. Sugihan Bali

Setelah pembersihan lingkungan, dilanjutkan Sugihan Bali yang berarti pembersihan diri sendiri (Bhuana Alit). 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini