News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wajib Militer Bagi Pelajar Nakal

Dedi Mulyadi Santai Hadapi Kritik Rocky Gerung meski Disebut Punya Pemikiran Dangkal

Penulis: Galuh Widya Wardani
Editor: timtribunsolo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DEDI MULYADI - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, saat ditemui seusai acara open house di kediaman Ketua MPR RI, Ahmad Muzani di kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (2/4/2025). Dedi Mulyadi menjawab kritik Rocky Gerung d

TRIBUNNEWS.COM – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan tanggapan terhadap kritik yang dilontarkan pengamat politik Rocky Gerung.

Dalam kritiknya, Rocky Gerung menilai Dedi Mulyadi memiliki pemikiran yang dangkal.

Sebab, sebagai seorang kepala daerah, Dedi Mulyadi lebih fokus pada penampilan visual daripada visi yang mendalam.

Pengamat politik itu bahkan menyamakan gaya kepemimpinan Dedi Mulyadi mirip dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Rocky Gerung pun mengutip teori Guy Debord dalam buku The Society of the Spectacle (1967) yang menjelaskan masyarakat saat ini lebih suka mengonsumsi penampilan dangkal dibandingkan gagasan mendalam.

"Jadi kita lagi menonton orang jualan komoditas yang namanya penampilan. Visualisasi, bukan visi."

"Jokowi dan Dedi Mulyadi sama-sama besar lewat intensitas kemunculan mereka di media, bukan karena visinya," ujar Rocky dalam sebuah momen, baru-baru ini.

Rocky Gerung mengkritik program Dedi Mulyadi yang mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer.

Ia menyebutnya sebagai kebijakan yang dangkal.

Ia berargumen bahwa pendekatan tersebut hanya mendisiplinkan tubuh dan tidak mengajak orang untuk berpikir.

Lebih jauh, Rocky Gerung menyoroti stagnasi tingkat IQ masyarakat Indonesia yang disebutnya berada di angka 78 selama satu dekade terakhir.

Baca juga:  Hotman Skak Rocky Gerung yang Kritik Barak Militer Dedi Mulyadi dengan Segudang Teori: Omon-omon!

Kondisi ini, lanjut Rocky Gerung sebagai penyebab larisnya "kedangkalan" dalam politik.

"Hanya dalam masyarakat dengan IQ 78, kedangkalan itu laku dan kita masih di situ."

"Saya cek WHO dan World Bank, datanya masih 78," jelas Rocky Gerung.

Tanggapan Dedi Mulyadi

Tak emosi, Dedi Mulyadi justru menjawab kritik tersebut dengan nada santai.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini