News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

HUT ke-32, Pemuda ICMI Gelar Diskusi Soroti Kerusakan Lingkungan Akibat Eksploitasi

Penulis: Wahyu Aji
Editor: Muhammad Zulfikar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DISKUSI ICMI - Ketua Dewan Penasehat ICMI, Prof Jimly Asshiddiqie menjadi narasumber diskusi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Pemuda Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Jakarta.

 

TRIBUNNEW.COM, JAKARTA - Ketua Umum Pemuda Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Ismail Rumadan mengatakan, di era globalisasi saat ini kepemudaan menghadapi tantangan yang besar.

"Apabila kita masuk dalam kehidupan bangsa, saat ini kita masuk pada 3 krisis. Yakni krisis ideologis, krisis sosiologis dan krisis ekologis," ujar Ismail saat diskusi peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-32 Pemuda ICMI di ICMI Center di Jakarta, Sabtu (18/10/2025).

Baca juga: ICMI Minta Presiden Prabowo Evaluasi Aparat yang Represif Tangani Aksi Demonstrasi

Dirinya melihat sistem demokrasi saat ini hanya untuk kepentingan bagi-bagi kekuasaan.

Demikian juga tantangan sosial media (Sosmed) yang menyebabkan manusia hanya aktif di dunia maya.

"Ini jadi tantangan, manusia aktif hanya di Sosmed saja, tetapi tidak aktif secara fisik," katanya.

"Pembangunan saat ini telah mengeksploitasi alam, sehingga banyak kerusakan," tambahnya.

Ismail mengatakan, telah menemukan sejumlah kerusakan lingkungan dampak dari aktivitas penambangan.

Seperti di Halmahera dan Kalimantan, bahkan di Kalimantan izin usaha tambang melebihi luas wilayah Kota Samarinda.

"Dari data penelitian, kerusakan lingkungan per detik itu seluas lapangan bola," ucapnya.

Hal yang sama diungkapkan Ketua Umum Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Prof Arif Satria.

Menurutnya, kerusakan lingkungan disebabkan secara struktural. Bukan disebabkan oleh modernisasi atau gaya hidup manusia.

"Kerusakan lingkungan itu disebabkan oleh masalah struktural, seperti legislasi yang perannya menjadi payung hukum," ujar Arif.

Rektor University Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menuturkan, pola hidup konsumen hijau menjadi salah satu solusi mencegah kerusakan lingkungan.

Dengan mengurangi penggunaan plastik hingga pemanfaatan limbah untuk kebutuhan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini