Namun, Hendri mengatakan bahwa kesuksesan Purbaya ini belum bisa diukur untuk sekarang ini karena bagaimana dampak kebijakannya untuk ekonomi Indonesia belum terbukti dengan pasti.
"Jadi ini fenomena media darling yang nggak biasa, mana ada Menteri Keuangan media darling, jarang terjadi," ujar Hendri.
Media darling adalah sosok, tokoh, atau entitas, seperti merek atau organisasi yang sangat populer di media dan sering mendapatkan liputan dengan nada positif.
Baca selengkapnya : Pengamat Akui Kemunculan Purbaya Disukai Media dan Rakyat: Tapi Belum Tahu Seberapa Sukses Dia Nanti
Bagaimana popularitas Dedi Mulyadi?
Lembaga Indikator Politik Indonesia pernah merilis hasil survei mengenai evaluasi publik terkait kinerja para gubernur di enam provinsi di Pulau Jawa dalam 100 hari kerja.
Survei yang dilakukan pada 12–19 Mei 2025 ini melibatkan 3.100 responden dari enam provinsi di Pulau Jawa, meliputi Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, dan Banten.
Survei Indikator mencatat, dari enam gubernur di Pulau Jawa, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendapatkan tingkat kepuasan tertinggi dengan 94,7 persen.
“Kepuasan terhadap Dedi Mulyadi mencapai 94,7 persen, tertinggi di antara gubernur lainnya,” kata Pendiri sekaligus Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam rilis survei di kantornya di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (28/5/2025) dikutip dari Kompas.com.
Menurutnya, salah satu faktor utama kesuksesan Dedi adalah kemampuannya turun langsung ke masyarakat serta aktif menggunakan media sosial.
“Followers beliau di Facebook mencapai 12 juta, di YouTube lebih dari 7 juta, dan di Instagram 3,5 juta, sehingga program-programnya mudah tersosialisasi ke masyarakat,” kata Burhanuddin.
Meski demikian, Burhanuddin mengingatkan adanya gap besar antara tingkat kepuasan gubernur dengan wakil gubernur. Menurut survei, kepuasan publik terhadap Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan "hanya" 61,3 persen.
“Ada gap hingga 30 persen dengan wakil gubernurnya. Ini bisa jadi karena birokrasi belum seirama dengan langkah KDM,” tuturnya.
Baca tanpa iklan