News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Viral Pernyataan Cucun, Dr Tan: Profesi Ahli Gizi Tak Bisa Digantikan dalam Program MBG

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KRITIK MBG - Ahli Gizi Dokter Tan Shot Yen saat audiensi bersama Komisi IX DPR RI terkait program MBG, Senin (22/9/2025). Dalam kesempatan itu, Dokter Tan menyoroti menu MBG dan ahli gizi di SPPG yang minim pengalaman.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ahli gizi dr Tan Shot Yen mengkritik keras ucapan Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal.

Cucun Ahmad sebelumnya menyebut ahli gizi tidak diperlukan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan bisa digantikan oleh siswa lulusan SMA yang dilatih.

Dokter Tan menegaskan, pertanyaan tersebut tidak berdasar lantaran yang bersangkutan tidak paham soal profesi seorang ahli gizi.

"Sebetulnya sudah jelas ngaco kan? Artinya dia tidak paham profesi ahli gizi," kata dr Tan kepada wartawan, Senin (11/7/2025).

Ia mengibaratkan, pilot tidak bisa digantikan meski sekalipun petugas lain sudah terlatih membawa pesawat. 

"Ibarat pilot diganti dengan petugas darat yang dilatih simulasi 3 bulan tahu-tahu menerbangkan pesawat. Dia juga tidak paham beda jabatan Struktural dan fungsional," tegas dokter Tan.

Awal Pernyataan Kontroversial 

Pernyataan kontroversial itu disampaikan politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat menghadiri acara Rapat Konsolidasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Potongan video itu viral Minggu (16/11/2025).

Baca juga: Viral Ucapan ‘MBG Tak Butuh Ahli Gizi’, Wakil Ketua DPR Cucun Angkat Bicara dan Minta Maaf

Dimulai saat seorang peserta konsolidasi menyampaikan solusi terkait masalah kesulitan Badan Gizi Nasional (BGN) mencari ahli gizi.

Ia memberikan solusi agar BGN menggandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) untuk memenuhi kebutuhan ahli gizi di tiap SPPG.

Tak cukup sampai di situ, peserta itu juga mengingatkan jika nantinya BGN merekrut ahli gizi yang tidak berlatar belakang pendidikan gizi, maka makanan yang diberikan kepada penerima manfaat dikhawatirkan tidak sesuai dengan gizi yang dibutuhkan.

Selain Persagi, peserta tersebut juga menyarankan BGN bisa turut menggandeng organisasi profesi lain yakni Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI).

Belum selesai peserta tersebut berbicara, Cucun tiba-tiba memotongnya. 

"Saya nggak suka anak muda arogan kayak gini. Mentang-mentang kalian sekarang dibutuhkan negara, kalian bicara undang-undang. Pembuat kebijakan itu saya," ujarnya.

"Tidak perlu ahli gizi. Cocok nggak? Nanti saya selesaikan di DPR," lanjut Cucun.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini