Hari ini memiliki makna khusus, karena diyakini sebagai waktu ketika roh-roh leluhur kembali ke alamnya.
Nama 'Kuningan' berasal dari kata kuning, yang melambangkan kesucian, kebijaksanaan, dan kemakmuran.
Sesajen khas berwarna kuning disiapkan, lengkap dengan tamiang dan endongan sebagai simbol perlindungan dan bekal perjalanan para leluhur.
Pada hari ini, umat memohon agar anugerah kedamaian, rezeki, dan kebijaksanaan terus menyertai mereka.
Setiap kali perayaan datang, masyarakat Bali seolah diingatkan kembali akan siklus kehidupan, bahwa kebenaran harus diperjuangkan, kebersihan lahir batin harus dijaga, dan rasa syukur harus selalu disampaikan.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Hari Raya Galungan dan Kuningan
Baca tanpa iklan