TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) merilis data keluarga tahun 2025.
Di tahun 2025 ini, tercatat ada 74.092.313 keluarga terdata atau mencakup 84,1 persen dari estimasi 81.121.992 keluarga di Indonesia.
Menteri Wihaji mengatakan, data kependudukan ini penting sebagai dasar dari kementerian atau lembaga dalam membuat program atau kebijakan.
Apalagi saat ini, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki fokus untuk menurunkan stunting.
Baca juga: Forum Genre Se-Indonesia, Generasi Muda Dukung Program Prioritas Kemendukbangga/BKKBN RI
“Tanpa data ini, kependudukan tidak bisa dikendalikan, tanpa data ini pembangunan keluarga tidak bisa saya kerjakan,” tutur dia dalam rilis hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2025 di kantor Kemendukbangga, Halim, Jakarta Timur, Rabu (26/11/2025).
Dari data itu, dirinya merinci keluarga yang memiliki anak usia 0 – 23 bulan (baduta) sebanyak 3.726.969, keluarga yang memilki anak usia 24 – 59 bulan (balita) sebanyak 10.183.018, keluarga yang memiliki remaja usia 10 – 24 tahun dan belum pernah kawin sebanyak 26.739.887.
Keluarga PUS (pasangan usia subur 15 – 49 tahun) sebanyak 46.304.197 serta keluarga yang memiliki lansia sebanyak 25.174.879.
“Hampir semuanya naik (dari tahun lalu), mulai keluarga yang memiliki balita, baduta, remaja, lansia. Data ini mau diapakan? Ini akan menjadi dasar dari Kementerian untuk membuat program,” tegas mantan Bupati Batang ini.
Wihaji mengatakan, pendataan keluarga ini merupakan kerjasama Kemendukbangga dengan sejumlah lembaga dan Kementerian seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Adapun pelaksanaan Pemutakhiran Data Keluarga 2025 (PK25) yang berlangsung pada 22 Juli hingga 21 Agustus 2025.
Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan pembangunan berbasis keluarga dan mendukung target nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Gambaran Keluarga Rentan di Indonesia: Fatherless Jadi Sorotan
Kepala Keluarga Perempuan sebanyak 16,5 persen atau 14.535.071.
Ini menggambarkan bahwa sekitar satu dari enam keluarga di Indonesia pada tahun 2025 dengan kepala keluarga perempuan.
Baca tanpa iklan