News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Banjir Bandang di Sumatera

Update Banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar: Total Korban Tewas Tembus 442 Orang, 402 Masih Hilang

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENCARIAN KORBAN - Tim penyelamat bekerja di dekat area yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Indonesia, 28 November 2025. Jumlah korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah meningkat menjadi 164 orang, dengan 79 orang masih hilang dan 12 lainnya luka-luka, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Jumat. (Photo by Andri Mardiansyah/Xinhua)

TRIBUNNEWS.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan update terkait jumlah korban akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar), Minggu (30/11/2025).

Di Sumut, total korban meninggal dunia per hari ini bertambah menjadi 217 orang dan 209 orang dinyatakan hilang.

"Rinciannya untuk Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Tapanuli Utara, Hubang Hasundutan, itu yang mungkin bertambah (korban meninggal dunia)."

"Terutama di Tapanuli Selatan, ini karena per hari ini banyak yang ditemukan," katanya dalam konferensi pers, dikutip dari YouTube BNPB.

Suharyanto juga mengungkapkan bahwa pengungsi saat ini telah mulai mengungsi di beberapa titik pengungsian.

Baca juga: TNI AD Kerahkan 21.707 Personel Hingga Alat Berat Bantu Korban Banjir dan Longsor di Sumatera

Adapun rinciannya yakni ada 3.600 pengungsi di Tapanuli Utara, 1.600 di Tapanuli Tengah, 4.661 di Tapanuli Selatan, 4.456 di Kota Sibolga, 2.200 di Hubang Hasundutan, dan 1.378 di Mandailing Natal.

Ia juga membeberkan update terkait akses jalan yang sempat terputus akibat banjir di Sumut di mana jalan yang menghubungkan Tarutung-Sibolga masih dalam proses normalisasi.

"Memang berat sekali. Jadi yang sudah bisa ditembus oleh alat berat per hari ini, itu 40 kilometer dari titik semula longsor sampai titik sekarang. Tapi sisanya masih cukup jauh."

"Data terakhir, memang tinggal satu kecamatan setelah itu tembus ke Tapanuli Tengah. Ini masih butuh waktu, mungkin besok belum bisa tembus. Sampai dengan Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara," jelas Suharyanto.

Ia juga mengungkapkan adanya warga yang masih terjebak di jalan Tarutung-Sibolga tersebut. Mereka pun masih menunggu bantuan evakuasi dari petugas yang juga berusaha untuk menembus jalan tersebut.

Suharyanto juga mengatakan pihaknya telah berhasil mengirimkan logistik ke beberapa wilayah terdampak di Sumut seperti Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Hubang Hasundutan, Mandailing Natal, Gunung Sitoli, dan Nias Selatan.

"Itu berupa sembako, makanan siap saji, tenda pengungsi, matras, pelbed, selimut, pompa alkon untuk membershikan genset, dan perahu. Itu rata-rata beratnya untuk tiap kabupaten/kota empat ton."

"Untuk penebalan, ada Starlink, light tower untuk penerangan, tenda pengungsi, tenda keluarga, peralatan dapur, senso (gergaji mesin), dan alat berat," ujarnya.

Korban Tewas di Aceh Tembus 96 Jiwa, 75 Orang Masih Hilang

Berpindah ke Aceh, Suharyanto mengatakan total korban tewas per hari ini mencapai 96 orang dan 75 orang masih dinyatakan hilang.

"Aceh korban jiwa menjadi 96, 75 masih hilang. Yang terdampak dan ada korban jiwa sejumlah 11 kabupaten/kota," jelasnya.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini