Sebagai tenaga pengajar di sekolah yang bernaung di bawah IMIP, ia mengaku sangat terbantu oleh berbagai bentuk dukungan yang diberikan perusahaan tersebut.
Contohnya jika mereka membutuhkan guru tamu untuk mengajar Bahasa Mandarin, mereka tinggal menghubungi IMIP.
Ia bercerita pernah membuat kegiatan manasik haji yang dibantu Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) IMIP. Lalu, ia juga pernah menggelar simulasi mitigasi bencana dan mereka pun bekerja sama dengan tim damkar IMIP.
Selain untuk kebutuhan siswa, guru juga bisa mendapat pelatihan pengembangan kemampuan. IMIP pernah melakukan pelatihan pengembangan kemampuan pada Agustus 2024. Kala itu, pada tanggal 28-29, guru Sekolah Dasar (SD) se-Kecamatan Bahodopi diberi pelatihan peningkatan kapasitas.
Pemateri yang digandeng tidak main-main. Ada Hanna Chaterina George yang merupakan seorang Trainer dan Konsultan Literasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Materi yang disampaikan dalam pelatihan itu bertajuk Kurikulum Merdeka. 66 guru tingkat SD yang berasal dari 12 Desa se-Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, mendapatkan materi terkait strategi penguatan literasi dan aspek literasi dalam kurikulum merdeka.
Selain kepada para guru, IMIP juga membekali kemampuan manajerial kepemimpinan transformatif bagi kepala sekolah SD, SMP, SMA/SMK Se-Kecamatan Bahodopi.
Hajar pun menaruh harapan besar pada masa depan pendidikan di Morowali melalui berbagai program yang digagas IMIP. Ia meyakini kehadiran sekolah-sekolah di bawah naungan IMIP dapat mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Morowali.
"Kami pengen mereka punya mimpi yang besar, tidak harus di sini, bisa keluar. Kami ingin mereka punya mimpi yang besar dan meraih itu. Jadi enggak hanya fokus di industri dan lain-lain, mereka bisa eksplor lebih," ujar Hajar.
Baca juga: Dari Pelestarian Alam hingga Pendidikan, Program CSR IMIP Hadirkan Dampak Nyata di Morowali
CSR IMIP Fokus Kembangkan Pendidikan dari TK Hingga SMA
Menurut Team Leader Pilar Pendidikan CSR IMIP, Dani Ardissa Almizar, program pendidikan merupakan salah satu fokus utama tanggung jawab sosial perusahaan.
Berawal dari kebutuhan masyarakat sekitar kawasan industri, mereka pun membangun TK, SD, hingga SMP IMIP. Kini, mereka sedang menyiapkan pembangunan SMA.
Saat ini, jumlah siswa di sekolah-sekolah IMIP terus bertambah. TK IMIP memiliki sekitar 120 hingga 150 siswa, SD sekitar 400 siswa, dan SMP dengan 69 siswa.
Ia mengatakan sekolah ini terbuka untuk umum, tidak hanya anak karyawan. Namun, ada proses seleksi agar penerimaannya merata dan sesuai kebutuhan masyarakat.
"Sebenarnya untuk semuanya sih, tidak kami batasi. Namun, untuk setiap pendaftarannya akan kami filter. Jadi, kami sesuaikan dengan kebutuhan biar ini sama-sama merata dan koneksinya juga tidak hanya dipakai untuk karyawan ya, tapi untuk masyarakat luas juga," kata Dani.
Baca tanpa iklan