TRIBUNNEWS.COM, MOROWALI - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) turut aktif memberdayakan masyarakat sekitar kawasan mereka melalui dunia pendidikan.
Dari jenjang Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), IMIP membuka akses pendidikan yang layak bagi anak-anak di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Bahkan, jenjang SMA kini sedang disiapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Salah satu siswa yang merasakan manfaat dari program pendidikan IMIP adalah Baso Haekal Akbar, pelajar kelas satu SMP IMIP. Ia berasal dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dan kini menempuh pendidikan di Morowali setelah menamatkan SD di SD IMIP.
"Senang banget [sekolah di sini] karena banyak teman baru, lebih banyak juga teman daripada [saat di] SD," kata Akbar, nama panggilannya, kepada Tribunnews.
Akbar lahir dari sepasang orang tua yang bukan karyawan IMIP. Ibunya bekerja sebagai penjahit dan ayahnya memiliki usaha laundry. Meski demikian, ia tetap mendapat kesempatan belajar di sekolah yang didirikan oleh perusahaan industri terbesar di Morowali itu.
Anak ini bahkan pernah menjuarai lomba Seni Gambar Bercerita setelah mengikuti pembinaan di Rumah Literasi Lahan Sidaya, fasilitas belajar yang juga dibangun IMIP.
"Saya dilatih berbulan-bulan dari kelas 4 hingga kelas 5, sehingga saya dapat memenangkan juara 1 tingkat kecamatan dan juara 2 tingkat kabupaten," ujar Akbar dengan senyum di wajahnya.
Di lahan sidaya itu pula, Akbar belajar bahasa Mandarin, bahasa Inggris, dan mengikuti kelas seni. Ia berharap bisa terus berprestasi dan lulus dengan nilai terbaik dari SMP IMIP.
"Saya ingin semua teman-teman saya dan saya lulus dari SMP ini dengan nilai tertinggi dan paling sempurna," ucap Akbar.
Baca juga: Pelaku UMKM ‘Kecipratan’ Geliat IMIP, Suami Istri Raup Omzet Ratusan Juta
Dari Guru Muda Jadi Kepala Sekolah TK IMIP
Kisah lainnya datang dari Hajar Trisna Eni Salsabila yang merupakan Kepala Sekolah TK IMIP. Lulusan Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Pendidikan Guru Anak Usia Dini itu awalnya bergabung sebagai guru sejak berdirinya TK IMIP pada 2022. Dua tahun kemudian, ia dipercaya menjadi kepala sekolah.
"Awalnya itu saya dapat informasi dari kampus terkait lowongan kerja di sekolah IMIP. Jadi saya coba-coba saja karena kan memang waktu itu masih fresh graduate ya," kata Hajar.
"Nah, terus ada pengalaman baru nih. Kebetulan saya ada di Jawa pengen eksplor ke luar Jawa. Jadi saya daftarlah di sini," sambungnya.
Menurut Hajar, lingkungan sekolah IMIP sangat beragam. Siswa-siswanya datang dari berbagai daerah di Indonesia.
"Di sini masyarakatnya beragam, enggak cuma warga lokal, dari berbagai macam [daerah]. Ada kemarin juga siswa pindahan dari Papua. Ada juga dari Kalimantan. Macam-macam," ujar Hajar.
Baca tanpa iklan