News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Khutbah Jumat 5 Desember 2025: Membentuk Masjid Ramah Difabel

Penulis: Lanny Latifah
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KHUTBAH JUMAT - Umat muslim melaksanakan salat Jumat pertama di bulan Ramadhan 1445 H di Masjid Agung Jami Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (15/3/2024). Teks khutbah berjudul “Membentuk Masjid Ramah Difabel” disiapkan untuk salat Jumat pada 5 Desember 2025 dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional. SURYA/PURWANTO

TRIBUNNEWS.COM - Teks khutbah berjudul "Membentuk Masjid Ramah Difabel" bisa dibacakan saat salat Jumat pada 5 Desember 2025.

Adapun teks khutbah dengan tema “Membentuk Masjid Ramah Difabel” berikut dalam rangka peringatan Hari Disabilitas Internasional atau Hari Difabel Internasional Tahun 2025.

Hari Disabilitas Internasional atau Hari Difabel Internasional diperingati setiap tanggal 3 Desember.

Khutbah Jumat adalah ceramah agama yang disampaikan oleh seorang khatib sebelum pelaksanaan salat Jumat.

Khutbah ini merupakan bagian penting dari ibadah salat Jumat dan memiliki beberapa fungsi, seperti memberikan nasihat, bimbingan moral, dan pesan-pesan agama kepada jamaah.

Dikutip dari laman Simbi Kemenag, berikut teks khutbah berjudul "Membentuk Masjid Ramah Difabel" untuk shalat Jumat, 5 Desember 2025.

Membentuk Masjid Ramah Difabel

Baca juga: Teks Khutbah Jumat, 5 Desember 2025: Persaudaraan Antar Umat Manusia

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُورِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ وَلَا عُدْوَانَ إِلَّا عَلَى الظَّالِمِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلى يَوْمِ الدِّينِ. أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْإِخْوَانُ أَوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ، بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ : إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Hadirin jemaah salat Jum'at yang dirahmati Allah Swt,
Melalui mimbar yang mulia ini, khatib akan menyampaikan tema khotbah Jum'at berjudul "Membentuk Masjid Ramah Difabel". Suatu tema yang aktual dan relevan dengan kondisi masjid saat ini yang masih banyak belum sepenuhnya ramah dengan kaum difabel.

Hadirin rahimakumullah,
Dalam bahasa Arab masjid (مسجد) berarti "tempat sujud". Secara umum, masjid berfungsi sebagai tempat ibadah umat Islam untuk melaksanakan salat dan berbagai aktivitas keagamaan, sosial, serta pendidikan. Dengan demikian, masjid merupakan pusat integrasi antara kepentingan duniawi dan ukhrawi, sekaligus sarana pengembangan peradaban Islam.

Pada masa Nabi Muhammad saw, masjid difungsikan untuk dakwah, pendidikan, musyawarah, pengaturan urusan sosial, ekonomi, hingga politik. Bahkan, masjid juga menjadi tempat pelatihan militer, kegiatan sosial, dan pengelolaan urusan kenegaraan.

Sejarah mencatat bahwa ketika Nabi hijrah ke Madinah, bangunan pertama yang beliau dirikan bukan istana atau benteng, melainkan masjid Quba sebagai simbol prioritas spiritual dan sosial dalam membangun masyarakat Islam.

Hadirin jemaah salat Jum'at rahimakumullah,
Betapa strategisnya kedudukan dan fungsi masjid dalam agama Islam, dapat dicermati dari sekian banyak ayat suci Al-Qur'an maupun Hadis Nabi Muhammad saw perihal masjid. Antara lain dalam Al-Qur'an surah At-Taubah [9] Ayat 18:

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسْجِدَ اللهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلوةَ وَأَتَى الزَّكُوةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهُ فَعَسَى أُولَبِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ.

"Sesungguhnya yang (pantas) memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta tidak takut (kepada siapa pun) selain Allah. Mereka itulah yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."

Eksistensi, kedudukan dan fungsi strategis masjid bagi umat Islam diperkuat oleh hadis Nabi Muhammad saw tentang masjid. Antara lain pada hadis Nabi Muhammad riwayat Bukhari dan Muslim:

مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ.

"Barang siapa membangun masjid karena Allah, walau hanya sebesar tempat burung bertelur, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga."

Hadirin jemaah salat Jum'at yang dirahmati Allah Swt,
Seiring berjalannya waktu, masjid berkembang pesat. Pada sejumlah negara muslim, perhatian masjid terhadap kaum difabel dibuktikan dengan berbagai peraturan dan kebijakan yang ketat. Departemen Urusan Masjid Arab Saudi misalnya, mengeluarkan pedoman pembangunan masjid 2020. Diantaranya ditegaskan, setiap masjid wajib memiliki akses kursi roda, toilet khusus difabel, ruang salat inklusif, dan bantuan layanan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini